Ban Dikempeskan, Korban Turun Cek, Rampok Beraksi – Berita Kota Kendari
Headline

Ban Dikempeskan, Korban Turun Cek, Rampok Beraksi

MODUS PENGEMPISAN BAN. Mobil Avanza berwarna putih milik korban saat terparkir di Jl Syech Yusuf, Mandonga, Kendari, Senin (25/7). Tampak ban kirinya kempis yang diduga dilakukan oleh sekelompok penjahat sebagai modus untuk menggasak harta bendanya.

KENDARI, BKK– Masyarakat yang membawa uang tunai dari bank patut meningkatkan kewaspadaan. Senin (25/7), seorang bendahara hotel ternama di Kendari kehilangan uang ratusan juta rupiah yang baru saja dicairkannya di bank.
Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, aksi kejahatan ini bermula saat Nelly (46), baru saja menarik uang tunai dari BCA Mandonga sebesar Rp 181 juta. Uang itu lantas disimpan dalam tasnya, kemudian memacu mobilnya keluar parkiran.
Saat tiba di persimpangan lampu merah JL Syech Yusuf, Mandonga, Nelly menyadari salah satu ban mobilnya kempis. Dia pun menepikan kendarannya untuk mengecek kondisi bannya, tepat di depan Raja Motor.
Saat Nelly memeriksa itulah, seorang pengendara melintas dan meneriakinya. “Dia bilang, Bu ada yang ambil tas ta,” kata Nelly saat memberikan keterangan kepada penyidik di Polres Kendari.
Nelly sendiri tidak melihat pelaku yang mengambil tasnya. Namun dia memastikan pelakunya naik motor. Saat dia turun mengecek kondisi ban mobilnya, di situ pelaku beraksi dengan cepat membuka pintu dan mengambil tasnya.
Akibat peristiwa itu, Nelly mengaku kehilangan uang lebih Rp 181 juta yang merupakan uang perusahaan. Ditambah cek, sejumlah ATM dan surat-surat berharga.
“Yang saya cuma bisa lakukan ke bank dan memblokir semua ATM saya. Mudah-mudahan polisi bisa cepat menagkap pelakunya,” harap Nelly.
Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi SIK melalui Kanit 1 Kriminal Umun, Ipda Sakti mengatakan, kasus tersebut masih tengah diselidiki. Jika melihat keterangan korban, kuat dugaan apa yang dialami oleh korban merupakan pencurian dengan modus pengempisan ban kendaraan.
“Bukan perampokan ya, tapi pencurian. Modusnya pengempesan ban,” katanya. (p4/b/aha)

To Top