Headline

Kapolres : Pemkab Tak Pernah Beritahu Kami

***Insiden Penghadangan Rombongan DPR-RI di Raha

RAHA, BKK– Peristiwa penghadangan terhadap iringan-iringan rombongan anggota DPR-RI oleh sekelompok massa pada akhir pekan lalu, memicu kemarahan Kapolres Muna, AKBP Yudith S Hananta. Kapolres menegaskan Pemkab Muna tidak pernah menyampaikan kedatangan pejabat negara tersebut di Muna.
Kata Yudith, sapaan akrab Kapolres Muna ini, pihaknya tidak pernah dihubungi Pemkab Muna akan ada pejabat negara yang berkunjung ke Kabupaten Muna. Dia baru tahu kedatangan dua anggota DPR RI itu, malah dari Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu, sebelum rombongan tiba di Raha.
Kapolres menjelaskan, sehari sebelumnya, kedatangan legislator dari Senayan itu memang sempat ada infonya. Tapi itu belum pasti.
“Malam harinya, saya coba  menghubungi juga Pak Zayat Kaimoeddin (Penjabat Bupati Muna) mengenai hal ini. Tapi tidak aktif  ponselnya. Saya ingin menanyakan mengenai masalah pengamanannya dan jadi atau tidak DPR-RI ke Raha. Inikan acara Pemda Muna, bukan acara saya.  Harusnya ada pemberitauan resmi pada kita,” kata Kapolres Muna, Minggu (24/7).
Kapolres juga menegaskan sepanjang pagi hingga pukul 11.00, tidak ada surat pemberitahuan mengenai adanya aksi demontrasi. Ternyata tiba-tiba ada aksi demonstrasi pukul 10.00. Bukan hanya demo, tetapi sudah penghadangan dan berujung pada aksi anarkis.
“Berulang kali saya cek, tidak ada izin demo hari itu. Tapi nanti penghadangan, sekitar jam 11, tiba-tiba masuk surat izin demo dari kelompok yang menghadang rombongan komisi II itu. Ini kan namanya main main,” ujarnya.
Saat aksi penghadangan terjadi, informasi yang diterima pihaknya yang dihadang adalah rombongan Penjabat Bupati Muna, bukan rombongan DPR-RI. Informasi tersebut juga sama yang masuk ke Kodim 1412/Muna.
“Namun setelah kita cek, ternyata rombongan Komisi II DPR RI,” pungkas Kapolres Muna ini
Kapolres mengatakan pihaknya sudah berusaha mengambil langkah pengamanan. Bahkan dirinya langsung mengejar rombongan Komisi II yang memutuskan balik ke Pelabuhan Tampo.
“Selang beberapa pasca kejadian, saya turun ke Tampo bersama puluhan aparat kepolsian. Kami bertemu dengan komisi 2 dan menjamin keamanan mereka jika mau melanjutkan kegiatan di Raha. Tapi rupanya Asisten III Pemkab Muna, sudah duluan mengantar rombongan pulang ke pelabuhan Tampo untuk pulang ke Kendari,” terangnnya. (cr1)

To Top