Masuk Lagi, Dugaan Korupsi Pembangunan Pesantren – Berita Kota Kendari
Headline

Masuk Lagi, Dugaan Korupsi Pembangunan Pesantren

KENDARI, BKK– Satu demi demi satu laporan korupsi yang diduga melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara, Ruksamin – Abdul Rauf, masuk ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Setelah laporan kasus SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang diduga fiktif, ada lagi menyusul laporan korupsi pembangunan pesantren.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH membenarkan adanya laporan korupsi pembangunan pesantren yang berlokasi di Tetewatu, Kecamatan Wiwirano itu. Dalam laporan tersebut, kata Kajati, Ruksamin dan Rauf diduga juga terlibat saat keduanya masih menjabat masing-masing sebagai Wakil Bupati dan Ketua DPRD Konut.
“Laporannya memang sudah masuk dan sementara kami sedang dalami. Untuk saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” kata Sugeng saat ditemui, Kamis (21/7).
Sejauh ini, Kejati sudah memeriksa sebanyak sepuluh orang saksi untuk kasus SPPD fiktif maupun pembangunan pesantren. Dari keterangan para saksi itulah ada disebutkan keterlibatan Ruksamin dan Rauf.
Salah seorang saksi yang berhasil ditemui Berita Kota Kendari secara rahasia mengakui ada andil Ruksamin dan Rauf kala itu masih menjabat sebagai wakil bupati dan ketua DPRD. Sayangnya, saat ditanya seperti apa keterlibatan Ruksamin dan Rauf dalam kasus itu, saksi yang mewanti-wanti agar tidak namanya tidak dibeberkan itu enggan menjelaskannya.
“Selain saya yang diperiksa ada juga yang lain. Salah satunya itu mantan bendahara DPRD Konut,” ungkapnya lagi.
Namun saksi yang merupakan PNS di Konut tersebut juga tak mau mengungkapkan identitas mantan bendahara DPRD yang dia maksud. Dia khawatir kalau menyebutkan nama, identitasnya akan segera terungkap.
“Saya yakin akan ada tersangka dalam kasus ini, karena jelas kerugiannya itu sangat banyak, baik dari SPPD maupun pembangunan pesantren,” pungkasnya. (p5/a/aha)

To Top