Kekurangan Makanan , Atlet PON Mengamuk – Berita Kota Kendari
Headline

Kekurangan Makanan , Atlet PON Mengamuk

KENDARI, BKK– Sejumlah pelatih atlet yang akan mewakili Sulawesi Tenggara di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, di Jawa Barat September mendatang, marah. Bagaimana tidak, makanan untuk atletnya terkesan tidak diperhatikan. Bahkan ada yang hanya mendapatkan nasi tanpa lauk.

Seperti diketahui, belum lama ini, sejumlah atlit yang tengah menjalani latihan mengamuk gara-gara kekurangan makanan. Padahal urusan makanan sangat penting bagi para atlit yang akan mewakili nama Sulawesi Tenggara ini.
Pelatih Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Sultra Heriansyah membenarkan beberapa anak asuhnya sangat kecewa dengan makanan yang disiapkan. Dia menganggap hal itu wajar jika dialami oleh siapapun.
“Atlet marah karena lauk yang disediakan kurang. Padahal baru beberapa atlet yang datang makan tapi lauknya sudah habis,” ungkap Heriansyah kepada Harian Berita Kota Kendari (BKK) Kamis (21/7).
Ironisnya, lanjut Heri, kejadian kekurangan makanan ini terjadi di waktu santap siang maupun malam. Kontan saja, atlit yang habis menjalani latihan mengamuk karena menemukan menu makanan yang tidak layak.
Heri menjelaskan, makanan bagi atlit tidak saja harus layak, tetapi juga memenuhi standar gizi. Para atlit membutuhkan makanan bergizi dan bernutrisi karena energi mereka terkuras saat latihan.
Meski demikian, Heri tidak tahu mengapa kekurangan makanan itu bisa terjadi. “Sebenarnya teman-teman catering sudang memahami betul porsi atlet. Namun kami tidak paham kenapa hal ini bisa terjadi,” sesalnya.
Heri hanya berharap kejadian seperti tidak terulang lagi. Sebab hal tersebut merupakan hal yang sangat memalukan.
Pelatih Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sultra, Ali Asis juga membenarkan insiden mengamuknya atlet Sultra akibat menu makanan yang kurang. Malah sebut Ali, saat itu menu makanan yang tersedia untuk atlet hanya nasi saja tanpa lauk.
“Masa atlet mau dikasi makan nasi saja. Padahal yang namanya atlet pola makannya harus teratur dan mestinya bisa memenuhi standar gizi,” ungkapnya.
Dia juga membenarkan bahwa kekurangan menu makanan bukan hanya sekali terjadi. Tetapi sudah berlangsung sejak pertama kali atlet PON Sultra melakukan Trainning Center (TC).
“Dari pertama menunya sudah tidak benar. Sehingga menurut saya wajar jika atlet marah karena menu makannya kurang,” katanya.
Insiden kekurangan makanan tersebut terjadi di dua lokasi penginapan atlet PON, yakni Hotel Kania dan Hotel Mina. Para atlit yang diinapkan di sana rata-rata mengeluhkan menu makanan yang tidak sesuai standar kebutuhan atlit.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra Erickhson Ludji enggan menanggapi insiden tersebut. Telepon genggamnya saat dihubungi aktif namun tidak diangkat.
Saat dikirimkan pesan singkat, Erickson sempat menjawab bahwa saat ini sedang berada di Bali. Tetapi saat dikirimkan pertanyaan soal insiden atlit mengamuk karena kekurangan makanan, dia tidak lagi menjawabnya. (m3/a/aha)

To Top