Sempat Divonis Bebas Hakim PN Kendari, Mantan Anggota DPRD Konsel Kembali Dieksekusi – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Sempat Divonis Bebas Hakim PN Kendari, Mantan Anggota DPRD Konsel Kembali Dieksekusi

KENDARI, BKK – H Turi Sanjaya akhirnya berhasil dieksekusi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari beberapa hari lalu. Sebelumnya, H Turi Sanjaya divonis bebas Pegadilan Negeri (PN) Kendari, Kamis (16/4) 2015 lalu.
H Turi Sanjaya merupakan tersangka kasus dugaan illegal logging setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kejahatan dengan modus menggunakan surat keterangan sahnya hasil hutan yang palsu berupa keterangan asal muasal kayu (SKSU).
Pembuktian sahnya tentang kesalahan Turi Sanjaya itu setelah jaksa menerima putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dikeluarkan sejak 25 Mei 2016 lalu.
Mantan anggota DPRD Konawe Selatan itu memang pernah bebas saat diputus dalam tingkat Peradilan pertama. Tiga Hakim yang menyidangkan perkara Turi Sanjaya yakni, Hanoeng Widjajanto SH selaku hakim ketua yang didampingi hakim anggota Tony Widjaya H Hilly SH, dan I Wayan Eka Mariarta SH M Hum, sepakat bahwa Turi Sanjaya tidak bisa dijerat dengan pasal pemalsuan surat, sehingga menurut hakim dakwaan Jaksa dinyatakan batal demi hukum.
Dalam pelaksanaan eksekusi Turi Sanjaya tidak berlangsung sengit. Sebab, saat dia dikawal untuk digiring menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari, dirinya tidak melakukan perlawanan. Sebelum dibawa, dirinya sempat diperiksa kesehatannya di ruang poliklinik  Kejari Kendari. Hasilnya Turi nampak sehat walafiat.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Andi Rumpang SH MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), La Haja SH memebenarkan fakta tersebut. La Haja menjelaskan pelaksanaan eksekusi sudah sesuai dengan perintah Mahkamah Agung dengan nomor :  1738/ Pid Sus/ 2015.
“Iya betul kami sudah lakukan eksekusi setelah mendapatkan perintah dari MA dan kini kami amankan di Rutan Klas IIA Kendari,” katanya, Senin (18/7).
Menurut lelaki kelahiran Wakatobi ini, Turi Sanjaya menunjukan sikap Gantle, karena saat dilayangkan panggilan eksekusi, dia langsung datang tanpa adanya jemputan paksa.
La Haja menyebutkan, Turi Sanjaya tersangkut kasus dugaan pemalsuan dokumen illegal logging. Turi Sanjaya menyelundupkan kayu sebanyak 2.667 batang, yang dikirim  melalui jasa peti kemas Pelabuhan Nusantara pada 25 Agustus 2014, menuju ke Jepara Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya Majelis membebaskan Turi, namun pihaknya mengajukan upaya hukum kasasi ke MA.
“Memang kemarin itu hakim memutus bebas dia (Turi Sanjaya red), tetapi kami langsung melakukan banding ke MA dan alhamdulillah dikabulkan,” sebutnya.
La Haja menambahkan, Turi Sanjaya tak menunjukan tanda-tanda perlawanan saat ini. Saat ditanyakan bisakah Jaksa mengeksekusi seseoran tanpa adanya salinan putusan dari MA? La Haja memaparkan, tak ada yang melarang eksekusi ini untuk tidak dilakukan.
“Berdasarkan petikan yang kami terima tertulis, MA memerintahkan yang bersangkutan untuk langsung ditahan. Dalam petikan MA Turi Sanjaya diganjar Hukuman 1 Tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 500 juta. Semuanya sesuai denga surat edaran MA, yang memperbolehkan Jaksa untuk mengekseskusi tanpa adanya salinan putusan,” tambahnya.
Terpisah, Majelis hakim, Hanoeng Widjajanto SH menjelaskan, terdakwa terbukti memalsukan Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAUK), namun pelanggarannya tersebut tidak bisa dikenakan sanksi pidana tetapi hanya dikenakan sanksi administrasi.
“Seharusnya jaksa, mesti mendakwakan Turi Sanjaya dengan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemalsuan Surat. Bukan dengan dakwaan pada Pasal 88 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pengrusakan Hutan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, H Turi Sanjaya ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) karena dinilai telah penyelundupan kayu jati melalui jasa peti kemas Pelabuhan Nusantara pada 25 Agustus 2014. Menurut pengakuannya, kayu jati yang dimuat tiga unit peti kemas berjumlah 2.667 batang tersebut, rencananya hendak dikapalkan dan dikirim ke Jepara Provinsi Jawa Tengah.
Kasus illegal logging yang melibatkan H Turi Sanjaya sebagai pemilik kayu, bukanlah kali pertama. Sebelumnya Turi Sanjaya pernah juga ketahuan melakukan penjualan kayu sebanyak 190 container, tetapi hanya tiga container yang berhasil diamankan pihak kepolisian. (p5/b/pas)

To Top