Pembunuhan Karena Poligami, Hindari Amuk Keluarga, Rekonstruksi Digelar di Polda – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Pembunuhan Karena Poligami, Hindari Amuk Keluarga, Rekonstruksi Digelar di Polda

KENDARI, BKK– Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara tidak akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap Sunia di Konawe Selatan. Rekonstruksi akan digelar di Polda.

Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), AKBP Dodi Ruyatman mengatakan, rekonstruksi tidak dilakukan di TKP karena pertimbangan keamanan para tersangka. “Rekonstruksi pembunuhan kita gelar di sini (Mapolda Sultra) biar terhindar dari kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi,” ucapnya.
Ditanya apakah yang dimaksud adalah mengamuknya keluarga korban, AKBP Dodi berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Untuk itu, pihak Polda telah melakukan berbagai pertimbangan hingga akhirnya diputuskan rekonstruksi digelar di Mapolda.
Soal kapan rekonstruksi digelar, AKBP Dodi menjawab belum ada jadwalnya. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi, diantaranya suami korban serta sejumlah tetangganya.     “Polsek Ranomeeto masih memeriksa saksi-saksi. Kalau pemeriksaan saksi sudah rampung, baru akan gelar rekontruksi,” katanya.
Empat tersangka pembunuhan juga masih menjalani pemeriksaan. Keempatnya adalah Rumina (41), Mansyur (33), Ikbal (22) dan Rakuti (23. Rumina merupakan otak dari pembunuhan berencana tersebut sesuai pengakuan tiga tersangka lainnya.
Peristiwa pembunuhan sadis ini terjadi di Desa Ranooha, Kecamatan Ranomeeto, Konsel, Agustus 2013 lalu. Namun polisi baru berhasil mengungkap kasus itu hampir tiga tahun setelahnya. Pada akhir pekan lalu, polisi meringkus empat pelakunya.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan pembunuhan dilakukan oleh Mansyur dan Ikbal. Sementara Rakuti bertugas mengawasi lingkungan di sekitar rumah korban.
Dari pengakuan Mansyur, diketahui bahwa pembunuhan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati kakaknya, Rumina lantaran dimadu oleh suaminya, yang saat itu menjadi Kepala Desa Watuwatu, Sabulakoa, Konsel. Rumina kemudian menawarkan uang Rp 50 juta untuk membunuh madunya tersebut. (p4/c/aha)

To Top