Nur Alam Terus Kampanyekan Tolak Politik Dinasti – Berita Kota Kendari
Suksesi

Nur Alam Terus Kampanyekan Tolak Politik Dinasti

KENDARI, BKK– Politisi kawakan yang juga Gubernur Sulawewi Tenggara Nur Alam kian gencar mengampanyekan tolak politik dinasti. Kali ini, Nur Alam memanfaatkan Forum Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menyampaikan pandangannya itu.

Dalam Rakorbang yang dihadiri 16 kepala daerah itu, Nur Alam menyinggung adanya kepala daerah yang mengusung anggota keluarganya dalam Pilkada 2017 nanti. Menurut Nur Alam, pertarungan di Pilkada seharusnya dilakukan secara sehat.
Namun jika ada calon yang memiliki hubungan keluarga dengan kepala daerah, biasanya kekuasaan kepala daerah tersebut akan dimanfaatkan untuk memenangkan anggota keluarganya tersebut.
Kekuatan birokrasi diakui sangat besar pengaruhnya dalam memenangkan seseorang pada saat pemilihan kepala daerah. Namun demikian, Nur Alam menyatakan masih ada kekuatan yang lebih besar, yakni kekuatan rakyat.
“Saya harus mengatakan ini karena ada dua kekuatan politik yang paling kuat yakni konsolidasi rakyat dan konsolidasi birokrasi. Siapa yang bisa menggabungkan keduanya, dialah yang menjadi unggulan,” kata Nur Alam.
Penolakan terhadap politik dinasti tersebut sebelumnya diungkapkan Nur Alam di hadapan Korps Alumni HMI. Nur Alam mengaku sengaja kembali menyuarakan penolakannya terhadap politik dinasti untuk mengklarifikasi informasi yang menyebutkan istrinya Tina Nur Alam akan bertarung di Pilkada Gubernur.
Nur Alam menegaskan, istrinya sudah cukup mengabdi kepada rakyat di jalur DPR-RI. Dia pun memastikan Tina tidak akan maju dalam Pemilihan Gubernur. Sementara anaknya saat ini masih fokus sekolah.
Meski tidak menyebutkan nama, kampanye tersebut diketahui ditujukan kepada Wali Kota Kendari Asrun dan putranya, Adriatma Dwi Putra (ADP). Seperti diketahui, ADP dicalonkan sebagai Wali Kota Kendari pada Pilkada Kendari 2017 nanti.
Rakor itu sendiri tak dihadiri oleh Asrun maupun wakilnya, Musadar Mappasomba. (pas/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top