Konflik APBD, Gubernur: DPRD Mubar Khianati Rakyat – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Konflik APBD, Gubernur: DPRD Mubar Khianati Rakyat

Nur Alam

Nur Alam

KENDARI, BKK – Gubernur Sultra H Nur Alam masih belum bisa melupakan kekecewaannya terhadap DPRD Muna Barat.

Dalam Forum Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Grand Clarion Hotel Kendari, Senin (18/7), Gubernur menyatakan DPRD Mubar secara sadar atau tidak telah mengkhianati konstituennya yang tak lain masyarakat Muna Barat sendiri.

Itu karena mereka enggan menandatangani Rancangan APBD 2016 yang akhirnya berujung dengan keluarnya Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Padahal APBD merupakan hal yang paling penting untuk membiayai keperluan masyarakat.
“Kalau di DKI gubernurnya yang tidak mau tanda tangan APBD, di Muna Barat DPRD-nya yang tidak mau tanda tangan. Ini (sama saja) pengkhianatan terhadap rakyat,” kata Nur Alam.

Gubernur Nur Alam mengeluarkan pernyataan itu setelah mendengarkan pemaparan Penjabat Bupati Mubar LM Rajiun di forum Rakorbang. Dalam forum itu, setiap bupati/walikota secara bergiliran menyampaikan evaluasi dan realisasi pelaksanaan pembangunan di daerahnya.
Saat giliran Pj Bupati Mubar LM Rajiun mendapat giliran, dia tidak terlalu banyak menyampaikan pelaksanaan pembangunan atau realisasi APBD 2016 karena APBD-nya baru ditandatangani gubernur pada 10 Juni 2016.
Rajiun pun secara detail menguraikan persoalan kisruh APBD di DPRD yang akhirnya memicu lahirnya Perkada. Katanya, pimpinan DPRD Mubar tidak mau menandatangani APBD.
Gubernur Nur Alam menyatakan DPRD harusnya menjalankan tugasnya dengan menuntaskan pembahasan hingga penetapan APBD demi kepentingan rakyat. Karena yang paling merasakan kerugian akibat masalah APBD ini adalah masyarakat Muna Barat.
Akibat kisruh penetapan APBD tersebut, Mubar kehilangan anggaran APBD hampir Rp 300 miliar. Karena Perkada tersebut hanya untuk menyelamatkan APBD dengan memberlakukan APBD 2015 dengan total anggaran hanya Rp 217 miliar. Sementara Rancangan APBD 2016 sekitar Rp 387 miliar.
Dengan kehilangan anggaran tersebut, otomatis porsi pembangunan juga berkurang. (lex/aha)

Click to comment
To Top