Ketua KPUD Konsel Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Percetakan Baliho KPU Konsel 2014 – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Ketua KPUD Konsel Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Percetakan Baliho KPU Konsel 2014

Jabal Nur

Jabal Nur

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Andolo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus melakukan pengembangan terkait dugaan korupsi percetakan baliho “Ayo Memilih” 2014 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konsel.
Setelah jaksa penyidik menahan tiga orang yang ikut terlibat dalam perkara ini yakni sekretaris KPU Konsel, Suparjo, Bendahara Adi Darmawan, dan pemilik percetakan baliho, Amirul, kini jaksa kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Andolo Abdillah SH MH mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa orang nomor satu di KPU Konsel yakni Jabal Nur yang diduga turut mengetahui dugaan korupsi tersebut.
“Kita terus kembangkan kasus ini. Ketua KPU juga kami sudah periksa beberapa hari lalu. Intinya tunggu saja perkembangannya,” kata Abdillah saat ditemui di Kejaksaan Tinggi (kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/7).
Abdillah membeberkan, ada keterlibatan pihak lain, sehingga tidak menuntut kemungkinan akan ada tersangka lain yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini.
“Semuanya kita sudah periksa sebagai saksi, termaksud lima anggota komisioner KPUD Konsel yang mengetahui proses dugaan korupsi pajak pengadaan baliho yang seolah-olah telah diserahkan ke Kantor Pos namun kenyataannya belum dibayarkan. Semuanya masih dalam proses,” bebernya.
Dari hasil Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Sultra mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 200 juta.
Untuk diketahui, dalam dugaan korupsi pengadaan percetakan baliho ini, jaksa telah menetapkan tiga orang tersangka yang kini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari.
Sekretaris KPUD Konsel, Suparjo dan pemilik percetakan baliho, Amirul tersandung pada proses perencanaan yang keliru sehingga menimbulkan kerugian negara senilai Rp 100 juta, sedangkan bendahara KPUD Konsel, Adi Darmawan terlibat dalam manipulasi pajak pengadaan percetakan baliho. Modusnya, Adi melakukan korupsi dengan cara seolah-olah pajak senilai Rp 100 juta telah diserahkan ke Kantor Pos padahal kenyataannya belum dibayarkan.
Total anggaran secara keseluruhan pada pengadaan percetakan Baliho “ayo memilih” tahun 2014 mencapai  Rp 2,6 miliar, sementara dana yang digunakan hanya senilai Rp 1,9 miliar dan sisanya telah dikembalikan ke kas negara. (p5/c/pas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top