Warga Salahkan Drainase yang Tak Selesai – Berita Kota Kendari
Headline

Warga Salahkan Drainase yang Tak Selesai

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI MENGGANGGU BISNIS. Air menggenangi sejumlah pusat bisnis warga di daerah Lepolepo setelah hujan turun selma lima jam, MIngu (17/7). Genangan air dipicu oleh drainase yang tersumbat.

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI MENGGANGGU BISNIS. Air menggenangi sejumlah pusat bisnis warga di daerah Lepolepo setelah hujan turun selma lima jam, MIngu (17/7). Genangan air dipicu oleh drainase yang tersumbat.

KENDARI, BKK– Setelah lima jam didera hujan deras, sejumlah ruas jalan di Kota Kendari tampak tergenang air. Setidaknya puluhan bangunan menjadi korban, terutama berada di pinggir jalanan.  Genangan air paling parah terjadi di daerah Lepolepo, utamanya Jl D.I. Pandjaitan. Genangan air bahkan memerangkap banyak kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Kemacetan tak terhindarkan dan banyak motor yang mogok.
Sejumlah pengendara yang menjadi ‘korban’ pun menumpahkan kekesalannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak becus menangani saluran drainase serta ulah pemilik ruko di jalan tersebut.
“Banjir ini disebabkan karena ulah pemilik toko yang menutup selokannya. Coba kita lihat selokan di sekitar ruko pak,” ungkap salah satu pengendara motor, Cai (23) yang motornya mogok.
Sedangkan, pemilik bengkel radiator mobil Murti Ningsih (39) menuding proyek drainase justru memperparah keadaan. Menurut Murti, sebelum drainase dibuat, kondisi lingkungannya normal saja meski hujan deras turun.
“Dulu tidak pernah banjir di sini. Nanti dibuat drainase baru banjir begini. Hujan sedikit saja sudah banjir sampai lutut,” ucapnya.
Banjir itupun memaksa Murti untuk menghentikan bisnisnya sementara waktu.
“Untuk sementara aktifitas dibengkel radiator mobil ini sementara ditutup, menunggu sampai genangan air surut,” kesalnya.
Selain permukiman warga, sebuah masjid di Kompleks BTN DPRD, Kelurahan Bende, Kecamatan, Kadia Kota Kendari juga dimasuki genangan air. Salah satu warga, Dr Ir La Ode Magribi MT, merasa heran karena kompleks sebelumnya bebas dari banjir.
“Barangkali pembuatan proyek drainase yang belum rampung, tersumbat dikarenakan bekas-bekas galian dibiarkan begitu saja. Saat hujan drainase tidak bisa mengalirkan air sehingga menimbulkan genangan air di masjid ini,” katanya.
Agar genangan air tidak lagi muncul saat hujan, pemerintah harus segera menyelesaikan proyek drainase tersebut. Ketua Konsentrasi Manajemen Doktor di Paska Sarjana Universitas Halu Oleo itu mengatakan, selama proyek tersebut tidak tuntas, maka banjir akan terus meneror masyarakat setempat.
Untuk mengatasi genangan air di Kompleks BTN DPRD, warga setempat menggunakan pompa untuk menghisap air lalu membuangnya ke selokan yang berada di sebelah jalan. (p4/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top