Suksesi

Rumah Kita Optimis Tak Ada PSU Jilid Tiga

KENDARI, BKK – Kuasa hukum pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita), LM Bariun SH MH optimis tidak ada lagi pemungutan suara (PSU) jilid tiga.

Ditemui di Kendari, Sabtu (16/7), Bariun mengatakan, ada lima hal yang membuat mereka optimis bahwa tidak akan adanya PSU jilid tiga setelah pelaksanaan PSU jilid tiga kemarin. Pertama, PSU akan menguras anggaran daerah.

Kedua, berdampak pada stabilitas dan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ketiga, pemerintahan tidak akan efektif karena tidak adanya kepastian pemimpin daerah. Keempat, ekonomi akan lumpuh dan kelima, masyarakat akan menjadi korban.

“Contohnya, pasar terbakar, rumah terbakar, mobil terbakar. Itu ada hubungannya dengan PSU kemarin. Putusan MK kemarin ada dampak,” paparnya.

Mahkamah Konstitusi (MK), kata dia, tidak memperhatikan konflik sosial dari putusannya. Kalau pun pertimbangan hukum, kata dia, sejak awal harusnya MK memenangkan Rumah Kita.

“Tapi ini tidak berlaku sebagai penjaga demokrasi,” katanya.

Seluruh analisa dampak ini, kata Bariun, akan dilaporkannya sendiri dalam sidang MK yang akan dilaksanakan 19 Juli 2016.

“Laporan kami menyangkut perkembangan putusan PSU kemarin, validasi pemilih yang dilaporkan lurah dan proses pelaksanaan PSU kemarin. Kita sudah komunikasi dengan pengacara Jakarta, kita akan sampaikan sendiri hal ini,” ungkapnya.

Menurut Bariun, tidak ada lagi spekulasi di MK tentang siapa yang menang di Pilkada Muna. Menurutnya, Rumah Kita secara sah dengan perolehan suara terbanyak telah menjadi pemenangnya.

“Kita kemarin di TPS Wamponiki menang 23 suara. Tapi, kita kalah tiga suara di TPS Kelurahan Raha 1. Namun, setelah diakumulasi dengan saldo suara kita sebanyak 13, maka kita menang 33 suara. Untuk itu, saya yakin tidak ada lagi PSU jilid tiga,” katanya yakin. (pas)

To Top