Masjid Tertua di Kolaka Bakal Dirubuhkan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Masjid Tertua di Kolaka Bakal Dirubuhkan

Beginilah master plan masjid besar Attaqwa yang akan dibangun, dengan menelan biaya hingga Rp 2,8 miliar. (Foto: Armin/BKK)

KOLAKA, BKK – Dalam waktu dekat ini masyarakat Kolaka tidak akan lagi melihat bangunan masjid besar Attaqwa, yang merupakan masjid tertua di Kolaka, sebab akan diganti dengan bangunan masjid yang baru.

Masjid besar Attaqwa yang dibangun sejak tahun 1955 dengan struktur tanpa besi pada masa Almarhum H Abdul Rasyid, kemudian dilanjutkan Almarhum H Tahrir, rencananya akan dirubuhkan dan akan dibangun dengan masjid yang lebih megah, menghabiskan dana miliaran rupiah, sebab selama ini bangunan masjid cuma ditambal.

“Memang masjid tertua di Kolaka ini akan kami bongkar, kemudian membangun kembali masjid yang lebih megah. Anggarannya sekitar Rp 2,6 miliar,” kata ketua panitia pembangunan masjid Attaqwa H Andi Pangoriseng, Minggu (17/7).

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kolaka ini, jika dulu bangunan lama dengan luas 831 m2, bangunan baru menjadi 841 m2. Direncanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid besar Attaqwa akan dilaksanakan oleh Bupati Kolaka, dirangkaikan dengan halalbihalal.

Karena keterbatasan dana, bangunan masjid tidak akan dirubuhkan terlebih dahulu, tapi dilakukan pembangunan di depan masjid. Baru setelah dana memadai baru dirubuhkan secara keseluruhan.

Masjid besar Attaqwa ini di dalamnya dibuatkan museum religius. Saat ini dana yang terkumpul untuk pembangunan masjid sebesar Rp 80 juta, dimana semua sumbangan yang diberikan kaum Muslimin akan ditayangkan secara transparan, sehingga tidak ada sepersenpun yang disembunyikan.

Karena itu, jika ada kaum Muslimin yang akan menyumbang untuk pembangunan masjid, dipersilakan mentransfer melalui rekening BRI atas nama Masjid Besar Attaqwa, dengan nomor rekening 021601009412538‎.

“Saat ini yang baru terbangun dan sudah selesai rumah imam dan bilal. Biayanya sebesar Rp 85 juta dengan luas 95 m2. Itu dibangun melalui sumbangan kaum Muslimin,” kata Andi Pangoriseng. (cr3/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top