Kasuistika

Jaksa Temukan Kwitansi Pengembalian Rp 50 Juta dari Mantan Aleg

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menemukan kwitansi pengembalian Rp 50 juta yang dilakukan oleh salah satu mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana.
Mantan wakil rakyat ini diduga meminjam Uang Persediaan (UP) kas Daerah Bombana.
Sebelumnya, jaksa telah menetapkan mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Bombana Zainul sebagai tersangka dalam dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2007-2009.
Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, penyidik menemukan bukti-bukti  catatan dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) serta kwitansi peminjaman UP yang dilakukan para pejabat di Bombana.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas), Janes Mamangkey SH membenarkan hal tersebut.
Dari hasil pengumpulan bukti-bukti kwitansi penyidik, menemukan sebuah arsip kwitansi hasil peminjaman yang diduga dilakukan mantan anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) Bombana senilai Rp 50 juta. Namun, uang dipinjam itu diketahui telah dikembalikan.
“Iya, benar. Selain uang Rp 115 juta yang telah dikembalikan dari beberapa saksi yang kami periksa, ada juga pinjaman uang dengan jumlah Rp 50 juta yang saat ini sudah ada sama kami. Uang itu merupakan uang yang dikembalikan dari orang yang diduga mantan anggota DPR Bombana. Tapi, uang pengembalian tersebut diserahkan kepada kami setelah Zainul ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (17/7).
Meski begitu, Janes menutup rapat nama mantan anggota DPR Bombana itu.
“Yang pasti sudah dikembalikan meskipun uang pengembalian dengan kwitansi Rp 50 juta tersebut diserahkan ke jaksa penyidik bukan ke Kas Daerah Bombana. Jadi saat ini secara keseluruhan total uang pengembalian yang telah kami terima senilai Rp 165 juta,” jelasnya.
Dalam perkara ini, jaksa terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mencocokan dengan kwitansi peminjaman yang ditemukan.
“Memang Zainul kami sudah tetapkan sebagai tersangka. Tapi kami terus lakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait pengembangan kasus ini,” bebernya.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Janes, sedikitnya 125 orang yang melakukan peminjaman UP di Pemkab Bombana termaksud istri mantan Bupati Bombana, Atikurahman.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi itu kami temukan 125 orang yang lakukan pinjaman UP salah satunya itu Andi Rajia Atikurahman (istri Atikurahman),” sebutnya.
Diketahui, dalam perkara ini sudah tiga orang penyidik menetapkan sebagai tersangka yakni Zainul, mantan bendahara Dinas Perikanan Bombana, Isman Sahrir dan mantan Bendahara Sekretariat Pemkab Bombana, Asmin Makmur.
Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra, negara mengalamai kerugian Rp 41 miliar.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 3 Jo Pasal 2 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman lima tahun penjara. (p5/c/pas)

To Top