Headline

Bupati dan Wabup Berenang Umumkan Kondisi Darurat

BUPATI SIAGA. Foto yang diunggah oleh akun facebook, Egis Arya memperlihatkan Bupati Konawe Utara, Ruksamin saat menerjang banjir di Konawe Utara, Sabtu (16/7). Banjir menyebabkan ribuan warga mengungsi dan kerugian miliaran rupiah.

KENDARI, BKK– Hujan deras yang turun dua hari terakhir ini menyebabkan dua sungai besar di Konawe Utara meluap lalu memicu banjir besar di lima kecamatan.

Seorang balita berusia 1,7 tahun dikabarkan menjadi korban. Banjir juga memaksa 2.871 jiwa yang terdiri dari 929 KK harus mengungsi.
Banjir datang menerjang permukiman pada Sabtu (16/7) dinihari, di saat sebagian besar warga yang sedang terlelap. Beruntung, aparat pemerintah cepat mengetahui datangnya bencana tersebut.
Bupati Konawe Utara Ruksamin serta Wakil Bupati, Abdul Rauf langsung turun ke lapangan untuk memimpin operasi darurat. Ruksamin menggambarkan situasi saat itu cukup menegangkan karena banjir sudah meninggi dengan sangat cepat.
“Saya dan Pak Rauf sampai harus berenang memberitahukan kalau banjir sudah sampai leher orang dewasa, agar masyarakat bisa segera menyelamatkan diri. Kami mendapatkan info banjir besar sekitar jam 4 subuh,” kata Ruksamin yang ditemui di Hotel Grand Clarion Kendari, Minggu (17/7).
Daerah paling parah adalah Kecamatan Wanggudu. Ketinggian air sempat mencapai dua meter sebelum akhirnya surut. Wanggudu sendiri merupakan jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Sultra dan Sulawesi Tengah.
Sejauh ini, informasi yang diterima Ruksamin menyebutkan adanya satu korban jiwa, yakni seorang balita berusia 1,7 tahun. Korban banjir lainnya adalah seorang warga yang tenggelam saat mencoba menyelamatkan jembatan di kampungnya yang diterjang pohon besar.
“Saya dengar ada orang tua tenggelam yang mencoba menyelamatkan jembatan dari pohon kayu yang besar. Tapi dia sudah tertolong. Dia sempat sesak nafas tapi sekarang sudah baikan,” kata Ruksamin.
Sampai Minggu (17/7), banjir dilaporkan sudah surut dan menyisakan genangan air belasan centimeter. Sebagian besar warga yang sempat mengungsi juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Pihak Pemkab Konut beserta Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Polri masih bahu membahu membantu warga. Ada lima perahu karet dikerahkan untuk keperluan evakuasi warga. Juga didirikan posko kesehatan serta dapur umum.
“PU mengambil peran untuk menyediakan air bersih karena banjir menutup banyak sumber air bersih,” tambah Ruksamin.
Sejauh ini, kerugian materil akibat bencana banjir diperkirakan Rp 3,5 miliar. Namun jumlah kerugian dipastikan masih akan bertambah karena data yang masuk masih bersifat sementara.
“Banyak yang belum dihitung, seperti persediaan pupuk, makanan dan aset lainnya,” kata Ruksamin.
Soal hulu sungai yang meluap, Ruksamin menyatakan itu tidak ada hubungannya dengan kerusakan lingkungan. Pasalnya, hutan di hulu sungai masih lebat. Banjir besar juga diketahui merupakan siklus sepuluh tahunan.
Alur sungai yang berkelok-kelok lah diduga menjadi penyebab utamanya. “Kami akan mencoba meluruskan hulu sungai tersebut yang sebelumnya jaraknya 4,2 kilmeter akan menjadi 2,7 kilometer.
(p7/b/aha)

To Top