Bulog Sultra Serap Beras Petani 12.150 Ton – Berita Kota Kendari
Beranda

Bulog Sultra Serap Beras Petani 12.150 Ton

Pengadaan atau penyerapan beras lokal yang dilakukan Perum Bulog Sulawesi Tenggara dari Januari sampai 14 Juli 2016 mencapai 12.150 ton.

KENDARI, BKK – Pengadaan atau penyerapan beras lokal yang dilakukan Perum Bulog Sulawesi Tenggara dari Januari sampai 14 Juli 2016 mencapai 12.150 ton.

Kepala Divisi Regional Bulog Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin mengatakan jumlah itu sudah mencapai di atas 25 persen dari target pengadaan 2016.

“Pengadaan yang kami lakukan menggunakan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru yakni Rp7.300 per kilogram,” katanya.

Ia mengatakan, untuk memaksimalkan penyerapan beras, maka Bulog membentuk satuan tugas (satgas) penyerapan beras petani di daerah itu.

Amijaya mengatakan, satgas tersebut akan turun langsung ke petani untuk membeli beras, untuk membantu para mitra Bulog yang membeli beras petani. “Satgas ini disebar di beberapa daerah sentra produksi beras, sehingga penyerapan beras akan lebih maksimal hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Disebutkan, beberapa daerah di Sultra yang menjadi sentra produksi beras adalah Kabupaten Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe dan Kabupaten Bombana.

Satgas tersebut katanya, akan lebih selektif dalam melakukan pembelian beras terhadap petani yakni harus benar-benar sesuai standar, mengingat target pengadaan tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya.

Amijaya juga mengatakan stok beras yang dimiliki Perum Bulog Sultra saat ini tersisa 12.000 ton dengan ketahanan hingga Oktober 2016. “Jumlah beras yang kami miliki ketahanannya hanya untuk mampu melayani kebutuhan penyaluran beras sejahtera (rastra) untuk tiga bulan,” katanya.

Dikatakan, setiap bulan Bulog menyalurkan rastra sebanyak 2.380 ton untuk 158.716 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar pada 17 kabupaten kota. “Stok tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan pengadaan beras lokal kepada petani,” katanya.

Disebutkan, pembelian beras lokal saat ini mengalami peningkatan harga pembelian petani (HPP) dari Rp6.600 per kilogram menjadi Rp7.300 per kilogram.

Menurut dia, stok beras tersebut tersebar pada gudang beras Bulog dibeberapa kabupaten kota seperti Gudang Benubenua, Gudang Unaaha, Gudang Ereke, Gudang Bambaeya, Gudang Kasipute, Gudang Kabaena, Baubau, Wanci, Muna dan Kolaka.

“Selain untuk penyaluran raskin, beras yang diserap Bulog dari petani tersebut, juga untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah serta kebutuhan rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan,” ujarnya. (ant)

To Top