Bisnis & Ekonomi

Sepi Pembeli, Harga Emas Turun Rp 10.000

NIRWAN/BERITA KOTA KENDARI Albar Arifin Saat Melayani Pembelinya.

NIRWAN/BERITA KOTA KENDARI Albar Arifin Saat Melayani Pembelinya.

KENDARI, BKK– Tingginya serapan uang di masyarakat saat penerimaan Tunjangan Hari Raya maupun gaji ke-14 ternyata tidak dinikmati oleh pedagang emas di Pasar Basah Mandonga. Emas sama sekali tidak dilirik.

Sepinya transaksi emas pun membuat pedagang menurunkan harga. Sekarang, harga emas di Pasar Basah Mandonga rata-rata turun Rp 10.000 per gramnya.
Pedagang emas di Pasar Basah Mandonga Kendari, Albar Arifin mengatakan turunnya harga emas berlaku sejak Rabu (13/7) kemarin. “Semua penjual emas di pasar ini menurunkan harga Rp 10 ribu, dari harga Rp 556 menjadi Rp 546 ribu per gramnya,” tutur Albar.
Albar menduga, masyarakat lebih banyak membelanjakan gaji dan THRnya saat lebaran untuk memenuhi kebutuhan berlebaran, terutama makanan dan pakaian. Sementara aksesoris premium seperti logam mulia tidak terlalu dilirik.
Meski demikian, Albar mengatakan turunnya harga emas saat ini wajar saja terjadi. Sebab naiknya pun terkadang terjadi tiba-tiba. Semua itu tergantung dari situasi.
“Memang selama saya menjual emas itu harganya hampir setiap hari harganya berubah, kadang naik kadang pula turun. Pokoknya kalau bagus ekonomi dunia maka harga emas akan turun. Bila kacau ekonomi dunia, maka harga emas juga akan naik,” akunya.
Emas yang dijual Albar adalah emas dengan kode 875, emas 18, 19 dan 22 karat. “Saya berharap dengan turunnya harga emas ini, bisa menarik masyarakat untuk membeli emas. Apalagi emas itu bisa dipakai untuk investasi,” imbuhnya. (m3/c/aha)

To Top