Kasus Dana Desa Dipakai Studi Banding, Kejari Naikkan ke Status Penyidikan – Berita Kota Kendari
Headline

Kasus Dana Desa Dipakai Studi Banding, Kejari Naikkan ke Status Penyidikan

RAHA, BKK– Seluruh 123 kepala desa se Kabupaten Muna serta pejabat yang mengurusi soal desa kini sulit tidur nyenyak. Bagaimana tidak, kasus penggunaan dana desa untuk studi banding ke Yogyakarta beberapa waktu lalu kini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Itu berarti, akan ada yang menjadi tersangka.
Kejaksaan Negeri Raha sendiri sudah menyelidiki kasus itu selama dua bulan. Selama itu, jaksa sudah memeriksa banyak pihak, diantaranya Kabid Pemerintahan Desa, Nazaruddin, Kepala BPMD Muna La Palaka, bendara pengumpul dana, Mila, Kadis DPPKAD Muna, Ratna Ningsih
Naiknya status kasus dugaan korupsi itu dari penyelidikan ke penyidikan dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Raha, La Ode Sofian. Dalam kasus tersebut, ungkap Sofian, setiap Kades diminta menyetorkan uang dari kas dana desa sebesar Rp 10 juta kepada seorang oknum pegawai di BPMD Muna.
Sehingga total dana studi banding yang terkumpul dari 123 kades itu mencapai Rp 1,3 miliar.
“Oknum pengumpul uang itu mengambil Rp 6,5 juta lalu memberikan Rp 3,5 juta kepada masing-masing 123 kades sebagai uang saku,” tambah Sofian.
Meski sudah naik ke tahap penyidikan, namun Kejari yang dipimpin oleh Badrut Tamam itu belum mengungkapkan siapa saja tersangkanya. Saat disinggung apakah kemungkinan kepala desa juga bisa tersangka, Sofian hanya mengisyaratkan bisa saja begitu.
“Yang bertanggungjawab secara formal terhadap penggunaan dana desa ini, ya 123 kades itu. Namun demikian, ada indikasi oknum pegawai di BMPD yang menarik keuntungan dari kegiatan ini,” tambahnya.
Kajari Raha Badrut Tamam mengatakan kasus tersebut kini diserahkan kepada jaksa di Seksi Pidana Khusus untuk ditindaklanjuti. (cr1/b/aha)

Click to comment
To Top