Beranda

Jembatan Gerak Pelabuhan Katoi Rawan Kecelakaan

Ilham terpaksa harus turun tangan mengawasi dan mengarakan mobil masuk kapal dan landor dibantu dengan karung yang disi pasir agar mobil dapat naik kapal. (Foto: Mansiral Usman/BKK)

LASUSUA, BKK – Jasa PenyebErangan di Pelabuhan Katoi, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), yang menjadi salah satu-satunya pelabuhan penyeberangan menuju Siwa, Sulawesi Selatan, ini kini rawan kecelakaan.

Pasalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kolut yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap perawatan pelabuhan ini mengabaikan dan membiarkan dinamo jembatan gerak rusak dan tidak berfungsi akibatnya Landor tidak berfungsi sebagai landasan kendaraan naik ke kapal sehingga rawan kecelakaan.

Kepala Wilayah Satuan Kerja Pelabuhan Katoi H. Ilham Husein Jamil. S.Sos mengatakan Fasilitas yang vital harus dibenahi masalah jembatan MB (Moveable Bridge) atau jembatan gerak  dermaga pelabuhan feri  karena sejak bulan juni tidak berfungsi diakibatkan dinamo penggeraknya  rusak total.

“Rusaknya rondor tersebut beberapa kali hampir menimbulkan kecelakaan dimana kendaraan hampir terbalik kerena saat air sedang pasang dan kendaraan keluar dari feri terlalu nanjak sehingga beberapa kali mobil hampir terbalik,” ujarnya.

Menurut Ilham, Jembatan itu sangat vital karena  fungsinya harus main disesuaikan tinggi air pasang dengan dermaga sehingga kendaraan yang ingin masuk atau keluar dari feri  tidak menurun dan menanjak.

“Keluhan dari sopir sering sekali dengar sejak tidak berfungsinya randor tersebut karena dapat menimbulkan musibah,dimana kendaraanya sering kandas. Bahkan beberapa waktu lalu kapal Feri kamelia nyaris terbalik akibat randor tidak berfunsi ” terangnya.

Dirinya menambahkan,seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara yakni Dinas Perhubungan cepat memperbaiki dinamo yang rusak untuk mengantisipasi arus mudaik dan balik. Namun Dishub Kolut seakan membiarkan dinamo rusak tanpa memperdulikan keselamatan penumpang.

“Sudah beberapa kali kita laporkan Dishub Kolut sebagai penyedia jasa di pelabuhan namun sampai saat ini tidak ada tanggapan”tegasnya.

Ilham menambhkan,tidak berfungsinya jembatan gerak tersebut  diakibatkan dinamo penggeraknya rusak. Tidak adanya perhatian dari Dishub dalam hal pemeliharaan membuat dinamo rusak total.

“Pelabuhan ini dibangun mengunakan anggaran APBN melalui Kementrian Perhubungan. Namun pengelolaanya telah diserahkan pada Dishub Kolut dan keberadaan pihaknya di pelabuhan hanya memastikan kelayakan kapal untuk berangkat atau keselamatan penumpang” katnya.

Ilham berharap, Pemda ada langkah tegas untuk mengganti kerusakan jembatan itu sebelum menimbulkan satu musibah dimana bisa menimbulkan kecelakaan fatal bila itu tidak berfungsi seperti saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kolut, Djamil Mas’ud yang dimintai komprimasi tidak berada di kantornya, nomor Hpnya pun berada diluar jangkauan. (k6/c/jie)

To Top