Curi Uang Rp 90 Ribu di Perdos, Pelaku Nyaris Diamuk Massa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Curi Uang Rp 90 Ribu di Perdos, Pelaku Nyaris Diamuk Massa

KENDARI, BKK – Salah seorang pemuda bernama Wahyudi (19) hampir saja menjadi bulan-bulanan massa di Kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Keluarah Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari. Pasalnya, pria yang diketahu tinggal di BTN Nava Graha Kecamatan Kambu ini kepergok mencuri di rumah Nurkholis (25), beberapa waktu lalu.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia Komisaris Polisi (Kompol) Dulyamin Daming SE menuturkan, setelah menerima laporan dari salah seorang warga, pihaknya langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan pelaku dan barang bukti.
“Kami bergerak cepat, sebelum pelaku diamuk masa,” kata Dulyamin saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (13/7).
Diuraikan, peristiwa itu bermula dari korban meninggalkan rumah dengan kondisi terkunci. Pelaku berhasil masuk setelah merusak puntu rumah dan pintu kamar keluarga.
Di dalam kamar itu, pelaku menemukan celengan yang berisi uang Rp 90 ribu. Bukan hanya itu, pelaku juga mengambil satu laptop dan satu play station (PS) II yang disimpan dalam lemari.
Melihat pintu rumah dalam kondisi rusak, salah seorang tetangga korban bernama La Ode Afridin Aulia langsung menyampaikan kepada korban melalui telepon selulernya, tepat pukul 13.00 Wita.
Menyusul hal itu, korban langsung bergegas pulang. Ia pun sontak kaget melihat pintu rumahnya sudah rusak, laptop, uang dan PS pun raib.
Anehnya, saat korban datang, pelaku belum sempat melarikan diri dan bersembunyi di bawah ranjang tempat tidur. Di situ korban langsung berteriak, warga sekitar pun langsung berdatangan.
Uantungnya, sebelum terjadi tindakan main hakim sendiri, polisi sudah berada di TKP mengamankan pelaku.
“Pelaku belum sempat melarikan diri dan bersembunyi di bawah tempat tidur,” ujar Dulyamin.
Lebih lanjut perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mengatakan, tersangka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tenatang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.
Kepada jurnalis koran ini, tersangka mengaku sudah tiga kali menjalankan aksi serupa. Sebelumnya, ia pernah mencuri handphone (hp), sehingga sempat mendekam dalam penjara selama tujuh tujuh bulan.
“Saya mencuri karena saya habis bertengkar sama orangtua saya. Saya tidak punya uang, akhirnya saya mencuri,” akunya di balik jeruji besi Mapolsek Poasia. (p4/c/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top