Beranda

Warga Lalodati Masih Krisis Air Bersih, Mantan Karyawan PDAM Soroti PDAM

KENDARI, BKK – Pasca lebaran, warga Kelurahan Lalodati masih mengalami krisis air bersih. Peristiwa ini sudah memasuki bulan kedua namun pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum memberikan solusi.

Warga Lalodati, Drs Hasanuddin, yang juga pensiunan pegawai PDAM menyatakan prihatin atas kondisi tersebut. Hasanuddin juga  menyayangkan lambatnya proses penanganan dan penanggulangannya.

Kepala Bagian (Kabag) Teknik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Ruslan, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang melakukan perbaikan dan pengerjaan jalan yang menyebabkan pipa PDAM yang mengarah ke wilayah Lalodati menjadi rusak.

“Kita sampaikan terus keluhan masyarakat ke PU bahwa masyarakat terus  mendesak. Namun kami tidak ada wewenang untuk menegur langsung atau memerintahkan kontraktor. Karena kontraktor tendernya melalui PU. Nanti pihak PU sendiri yang akan desak kontraktor,” kata  Ruslan di ruang kerjanya Senin (11/7).

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PU Kota Kendari, Tigor Sihite SE ST berjanji akan menyampaikan kepada kontraktor untuk membuat galian pipa yang mengarah ke Lalodati.

“Hari ini saya tinjau lapangan. Hari ini juga saya perintahkan langsung kontraktornya agar diselesaikan apa-apa yang menjadi kendala,” kata Tigor di ruang kerjanya, Selasa (12/7)

Akibat dari perbaikan dan pelebaran jalan menyebabkan pipa pipa PDAM rusak dan masyarakat Lalodati merasakan dampak yang negatif.
Dampak yang paling mendasar adalah krisisnya air bersih namun ada dampak lain yang dirasakan warga lalodati yaitu pengerjaan jalan yang tak kunjung usai.

Warga terus mengeluhkan debu yang bertebaran dijalan pada saat cuaca  kering dan pada saat hujan warga lebih mengeluh lagi karena jalur yang akan dilalui ada genangan air, becek dan berlobang yang berimbas pada  perekonomian Lalodati menjadi terhambat. (p8/c/jie)

To Top