Tersangka Pembunuh Selingkuhan Istri di Muna Terancam Hukuman Mati – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Tersangka Pembunuh Selingkuhan Istri di Muna Terancam Hukuman Mati

Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK (duduk di tengah) didampingi Kabagops AKP Aldo Von Bolow SIK (duduk kiri), dan Kasat Reskrim AKP Dedy Nuari (duduk kanan) serta tersangka Anto (berdiri tepat di belakang kapolres), saat menggelar konfrensi pers, Selasa (12/7). (Foto:FITRY/BKK)

Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK (duduk di tengah) didampingi Kabagops AKP Aldo Von Bolow SIK (duduk kiri), dan Kasat Reskrim AKP Dedy Nuari (duduk kanan) serta tersangka Anto (berdiri tepat di belakang kapolres), saat menggelar konfrensi pers, Selasa (12/7). (Foto:FITRY/BKK)

RAHA, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Muna memasang Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana kepada Anto, tersangka kasus pembunuhan Hasan Basri.

Adapun bunyi pasal ini adalah “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

“Anto dijerat Pasal 340 KUHP, yaitu pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara,” terang Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudith S Hananta SIK, Selasa (12/7).

Diungkapkan, Anto adalah seorang bramacorah kasus pemerkosaan dan pembunuhan, namun hanya divonis dua tahun penjara.

Yudith menambahkan, motif Anto melakukan pembunhan karena cemburu. Dimana, istrinya diduga menjalin hubungan khusus dengan dengan korban.

“Motif kasus pembunuhan ini karena tersangka cemburu pada korban, diduga istri tersangka ada hubungan (berselingkuh, red) dengan korban,” tutur perwira polisi dengan dua melati di pundak ini.

Diketahui, Anto yang tidak lain warga Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna dengan sadis membunuh Hasan Basri, warga Lambiku Kecamatan Napabalano, dengan menggunakan sebilah badik. Korban meninggal dunia setelah menderita dua luka tusukan pada bagian dada.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Lambiku, tepatnya di rumah salah seorang warga bernama La Sangku pada Minggu (10/7) sekira pukul 19.20 Wita. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha, namun sayang nyawa korban tidak bisa diselamatkan. (cr1/c/kas)

Click to comment
To Top