Beranda

Sebelum Wafat, Yasin Idrus Sempat Senyum

Alm Yasin Idrus

Alm Yasin Idrus

KENDARI, BKK– Duka tengah menyelimuti parlemen Kendari. Salah satu anggotanya, Yasin Idrus, meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, Selasa (12/7), dalam usia 44 tahun.

Informasi wafatnya pria yang akrab disapa Mandor Acong ini pun membuat banyak pihak terkejut. Tak terkecuali Ketua DPRD Kota Kendari, Abdul Rasak. Pasalnya, beberapa jam sebelum meninggal, Rasak masih sempat menjenguk almarhum di Kamar VVIP RS Korem.
“Jam 2 siang saya pergi jenguk beliau. Menjelang salat magrib, saya sudah dapat kabar beliau sudah ‘pergi’. Beliau meninggal jam 5 sore,” kata Rasak.
Calon Wali Kota Kendari ini mengaku saat membesuk, Yasin sudah dalam kondisi kritis. Namun yang tidak dia lupakan di saat-saat terakhirnya, Yasin terus tersenyum kepadanya.
“Beliau senyum terus sama saya meski kondisinya sudah kritis. Nafasnya terdengar sudah susah,” kata Rasak.
Bagi Rasak, Yasin adalah sosok anggota dewan yang sangat bertanggungjawab dengan tugas-tugasnya. Dia selalu tanggap dengan aspirasi masyarakat yang masuk ke dewan.
Selain itu, komunikasi Yasin dengan pimpinan juga sangat bagus. “Dia sosok yang selalu memperjuangkan sebuah misi sampai tuntas,” kata Rasak menggambarkan pribadi almarhum.
Yang paling melekat dalam ingatan Rasak adalah saat melantik Yasin. Saat itu, pelantikan Yasin Idrus di tahun 2010 diwarnai aksi unjuk rasa besar-besaran. Namun Rasak berusaha menenangkan Yasin bahwa apa yang dijalankannya sudah sesuai aturan.
“(Pelantikan) ini perintah UU. Dan Alhamdulillah, pelantikannya waktu itu tetap berjalan meski ada demo,” katanya.
Sekretaris DPRD Kendari, Asni Bonea mengatakan, Yasin merupakan Ketua Badan Kehormatan DPRD Kendari. Dia dikenal penuh tanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan.
“Beliau itu pribadi yang suka membantu siapa saja yang membutuhkannya tanpa melihat latar belakangnya,” kenang Asni.
Salah seorang putra almarhum, Yayat mengatakan, sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di RS Korem hampir tiga pekan. Namun kemarin, dokter yang menangani ayahnya menyatakan sudah tak ada harapan lagi.
“Jadi berdasarkan kesepakatan keluarga, akhirnya kita kasi keluar bapak,” kata Yayat.
Dalam kondisi kritis, Yasin kemudian dibawa ke salah satu rumah saudaranya di Anduonuhu. Di rumah saudaranya itulah tidak lama kemudian, Yasin meninggal dunia.
Jenazah kader Partai Hanura ini kemudian dibawa ke rumahnya di Jl Gunung Kelor, Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari, Kota Kendari untuk disemayamkan. Ratusan orang tampak datang untuk melayat, salah satunya rekan sejawat almarhum di DPRD Kendari, La Ode Umar Bonte.
Rencananya, jenazah Yasin akan dikebumikan Rabu hari ini. Yasin Idrus diketahui meninggalkan dua orang istri dan tujuh orang anak.
(m2/d/aha)

To Top