Jakasa Kejati Masih Bingung Terapkan Pasal untuk Acil Rifai Pedansa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jakasa Kejati Masih Bingung Terapkan Pasal untuk Acil Rifai Pedansa

KENDARI, BKK – Hingga kini, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih bingung menentukan pasal yang cocok terhadap Acil. Padahal putra La Ode Rifai Pedansa ini sudah cukup lama ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pencetakan sawah Kabupaten Muna 2013.
Penyidik kejati masih sibuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mendapatkan bukti-bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan Acil.
“Kami sedang mendalami keterlibatan dan pasal apa yang akan dikenakan kepada Acil. Sedikitnya 11 orang saksi kami sudah periksa,” terang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH, melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH, Selasa (12/7).
“Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti menguatkan atas keterlibatan Acil. Saksi-saksi yang diperiksa itu adalah para anggota kelompok tani,” tambah Janes.
Dibeberkan, dalam pemeriksaan itu, saksi ditanya seputar keanggotaannya saat menjadi anggota kelompok tani, luas lahan yang ditanami sawah, dimulainya pekerjaan, dan realisasi pekerjaan.
Janes mengungkapkan, masih memastikan masih akan memeriksa beberapa saksi lain untuk melengkapi berkas tersangka Acil.
“Yang pasti masih ada saksi yang akan kami panggil untuk diperiksa, karena masih ada keterangan yang kami perlukan untuk kelengkapan berkas,” tuturnya.
Diketahui, Acil telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, namun jaksa tidak belum menahannya. Padahal, Acil yang bertindak selaku kontraktor pencetakan sawah sempat mangkir dua kali dari panggilan.
Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra, mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 400 juta.
Dalam kasus ini jaksa telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Kepala Desa (Kades) Nihi La Ode Sastrawan ST, pejabat pembuat komitmen (PPK) La Ode Hafuna, dan La Fedumu, Acil, dan anggota kelompok tani La Rikesi.
Jaksa telah menahan La Ode Sastrawan ST, La Fedumu dan La Ode Hafuna. Tersangka lain tidak ditahan, karena dinilai masih koperatif dan satu tersangka lain yakni La Rekesi telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 4,5 juta. (p5/c/kas)

To Top