Arus Balik di Pelabuhan Tobaku Melonjak Hingga 45 Persen – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Arus Balik di Pelabuhan Tobaku Melonjak Hingga 45 Persen

Sejumlah kendaraan pemudik arus balik melintas di jalur Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7). Volume kendaraan arus balik pemudik yang melintas di kawasan Pantura diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada H+4 dan H+5 Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/kye/15

Sejumlah kendaraan pemudik arus balik melintas di jalur Pantura, Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7). Volume kendaraan arus balik pemudik yang melintas di kawasan Pantura diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada H+4 dan H+5 Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/kye/15

LASUSUA, BKK – Arus balik di Pelabuhan Tobaku Kecamatan Katoi Kolaka Utara (Kolut) untuk tahun 2016 ini melonjak hingga 45 persen dari tahun 2015 lalu. Melonjaknya arus balik yang telah memasuki hari ke-6 paska perayaan raya idulfitri juga naik hingga 45 persen saat arus mudik.

Kepala Wilayah Satuan Kerja Pelabuhan Lasusua H Ilham Husein Jamil SSos mengatakan, melonjaknya arus mudik dan arus balik tahun 2016 ini dikarenakan libur pegawai negeri sipil yang terbilang lama.

“Untuk arus mudik dan arus balik selama beberapa tahun ini, sudah ini yang sangat padat. Meski kita telah melakukan upaya pelayanan dengan memberikan jadwal berangkat kapal pulang pergi (PP) tobaku-siwa, namun penumpang tetap tidak dapat termuat” kata Ilham yang ditemui, Selasa (12/7).

Menurut Ilham, meskipun pihaknya telah melakukan upaya dengan mengerahkan dua kapal feri dan satu kapal viber. Namun saat arus mudik dan arus balik saat ini masih banyak penumpang yang tidak dapat terakomodir.

“Kami sangat hati-hati dan ketat dalam pengawasan kapasitas muatan kapal. Tidak boleh lebih dan melebih kapasitas muatan kapal. Lebih baik tidak berangkat kapal itu dari pada kapal tersebut harus over kapasitas,” katanya.

Ilham menambahkan baiknya sarana transportasi atau infastruktu yang memadai membuat banyak pemudik melalui pelabuhan tobaku. Ini juga berimbas pada meningkatnya pendapatan para pedangang di pelabuhan.

“kita harus bersyukur dengan banyaknya pemudik maupun balik yang melalui pelabuhan tobaku, maka arus ekonomi juga akan meningkat” ujar Ilham.

Penumpang, lanjut Ilham yang tidak dapat termuat di pelabuhan kolaka, semua melaui pelabuhan tobaku, termasuk mobil dan motor. Sehingga saat arus mudik dan balik yang diutamakan itu mobil penumpang dan mobil pribadi sedangkan mobil besar harus menunggu.

“Bahkan ada beberapa penumpang kapal feri yang kami tolak dan dialihkan ke kapal viber atau menunggu kapal selanjutnya ini untuk mencegah tidak adanya lagi kapal yang muatanya melebih kafasitas,” tegas Ilham.

Kapal Feri Kameli dengan kafasitas 400 orang sedangkan kapal feri merak yang milik ASDP dengan kapasitas 300 orang. (k2/c/jie)

To Top