Berhati-hati Melewati Poros Baubau-Labuan, Sejumlah Titik Alami Longsor – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Berhati-hati Melewati Poros Baubau-Labuan, Sejumlah Titik Alami Longsor

IMG20160709112057Kendari, BKB – Jalan poros Baubau – Labuan yang menjadi jalur poros utama mudik dan arus balik dari sejumlah kabupatem/kota di wilayah Kepulauan Buton mengalami longsor di sejumlah titik pada Sabtu (9/7) dini hari. Peristiwa itu mengakibatkan pengguna jalan khususnya pemudik yang mulai balik ke Kota Kendari terganggu.

 

Longsor terjadi disebabkan hujan dengan intesitas tinggi selama dua hari sejak Kamis (8/7) malam hingga Sabtu (9/7).

 

Pantauan jurnalis Harian Berita Kota Kendari (BKK) yang melewati jalur itu pada Sabtu (9/7), longsor terjadi sekitar tujuh titik. Longsor yang terparah ada tiga titik yakni berada di kawasan hutan lindung Lambusango sekitar 65 kilometer dari arah Baubau.

 

Material longsoran dan pepphonan yang tumbang menutupi jalan. Beruntung aparat kepolisian dan babinsa bersama warga setempat bertindak cepat dengan memindahkan material walaupun dengan cara manual.

 

Saat jurnalis BKK melintas belum ada alat berat yang datang memindahkan mayerial, padahal material yang menutupi jalan ada bongkahan batu sebesar badan mobil angkutan.

 

Para pengguna jalan harus berhati-hati apalagi lokasi longsor di sejumlah titik berhadapan dengan jurang.

 

Peristiwa longsong ini dimanfaatkan warga yang memindahkan material memungut biaya kerja ada yang sukarela tapi di salah satu titik dilakukan secara paksa yakni Rp 50.000 per mobil. Apalagi oknum-oknum yang melakukan pemungkutan tampaknya sudah mabuk setelah mengkonsumsi minuman keras.

 

Kondisi lain yang mengganggu pengguna jalan di jalur ini yakni masih kurangnya rambu-rambu jalan. Di beberapa titik terfolong rawan karena pas berada di pinggir jurang tapi tidak ada tanda penghalang.

 

Sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati, sebab jika lengah bisa terperosok ke dalam jurang. Selain itu kondisi jalan di beberapa titik masih mengalami kerusaka. akibat pekerjaan jembatan dan perkerasan yang belum selesai.

 

Salah seorang pemudik yang juga pegawai Badan SAR Kendari, Bambang SP menyatakan mestinya Dinas Pekerjaan Umum bertindak cepat ketika terjadi longsor seperti itu.

 

“Saat mudik seperti ini mestinya Dinas PU juga membuat posko mudik, karena mereka kan sudah memiliki data jalan yang rawan longsor sehingga ketika benar-benar terjadi mereka langsung turun,” kata Bambang yang ditemui di pelabuhan veri Labuan Butur.

 

Dikatakan akibat tak sigapnya Dinas PU pemindahan material longsor berlangaung lama dan dimanfaatkan oknum-oknum yang tak bertanggungjawab dengan memungut uang secara paksa. (lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top