Beranda

Marsda TNI Supomo: Sektor Kedirgantaraan Penting dan Strategis dalam Pembangunan Daerah

IMG20160701101417Kendari, BKK – Staf Khusus KSAU, Marsda TNI Supomo SIP MSc menyatakan pembangunan sektor kedirgantaraan sebenarnya strategis dan penting bagi pembangunan daerah.

 

“Selama ini pemerintah termasuk Pemda masih kurang memprioritaskan pembangunan sektor kerdirgantaraan atau udara. Padahal sebenarnya sektor ini sangat strategis dan penting bukan hanya untuk pertahanan tetapi juga untuk sektor perekonomian,” kata Marsda Supomo saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Sulawesi Tenggara, Jumat (1/7).

 

Marsda Supomo mengutip pernyataan Presiden pertama RI Ir Soekarno bahwa untuk menguasai dunia harus mengusai udara.

 

Dikatakan mantan Wakil Kepala BAIS TNI ini bahwa Singapura walaupun dia negara kecil tapi menjadi negara maju dan kaya karena keberhasilannya dalam pembangunan sektor dirgantara.

 

“Singapura mengontrol lalulintas udara antara Asia Tenggara, Asia dan Pasifik, padahal wilayah kecil,” katanya.

 

Dijelaskan, manfaat pembagunan sektor udara suatu daerah misalnya dapat mendorong pembangunan lebih cepat, karena sektor ini menjadi pintu masuk dari suatu kemajuan dan investasi.

 

Dia mencontohkan, jika di Sultra memiliki bandara khusus cargo maka semua potensi sumber daya alam di Sultra seperti perikanan, pertanian, maupun pertambangan dapat diekspor secara langsung.

 

“Peluang Sultra sangat besar karena daerah ini sangat kaya. Contoh, ikan tuna di Kendari ini perkilonya paling hanya Rp 30 ribu, tapi kalo di Jepang bisa ratusan juta atau miliaran,” kata Supomo yang sambut dengan kata wouwww sebagian peserta kuliah umum.

 

Makanya Supomo menyatakan bisa dibayangkan kemajuan Sultra jika pembangunan kerdirgantaraan berkembang baik.

 

Supomo yang juga menjadi dosen di Akademi AU dan Institut Bussines Management Jakarta menyebutkan pembangunan sektor udara juga akan mmeberikan manfaat untuk pengembangan teknologi radar, satelit, dan navigasi.

 

Soal pemanfaatan teknologi satelit dna radar, Supomo yang juga memiliki jaringan baik di internasional menceritakan awal Juni lalu dia berkunjung di Jepang kebetulan memiliku hubungan dekat dengan seorang profesor di Shiba University.

 

Dia bercerita bahwa di universitas itu dikembbangkan teknologi budidaya padi yang dikontrol melalui satelit. Universitas tersebut kata Supomo adalah universitas termaju untuk teknologi pertanian.

 

“Saat itu saya langsung bilang sama pak Prof, bisa nggak membantu pengembangan padi di daerah saya sehingga bisa melahirkan padi Muna atau padi Sultra rasa Jepang,” katanya.

 

Makanya Supomo mengajak rektor Unsultra agar bisa menangkap peluang ini, karena Shiba University itu siap kerjasama termasuk dalam pengembangan pendidikan.

 

“Merakan menyiapkan beasiswa bagi dosen-dosen yang akan kuliah di sana. Kebetulan profesor sahabat saya sudah di beri penghargaan sebagai keluarga kerajaan Jepang sehingga apa yang apa yang diucapkan selalu diterima oleh pemerintah Jepang,” ujarnya.

 

Sementara itu Rektor Unsultra Prof Dr Ir Andi Bachrun MAgr Sc mengaku siap menindaklanjuti peluang tersebut atas bantuan dari Marsda Supomo.

 

Bukan saja itu Andi Bachrun juga menyatakan berencana membuka program studi kedirgantaraan supaya bisa menghasilkan alumni yang bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah.

 

“Kami ingin membuka prodi yang tidak ada di perguruan tinggi lainnya. Apakah nanti diploma atau sarjana nanti kita akan kaji lebih lanjut,” ujar Andi Bachrun.

 

Pada akhir kuliah umum, Supomo mendapat salam hangat dari dosen dan mahasiswa karena mereka baru tahu bahwa Marsda Supomo adalah putra daerah Sultra.

 

“Pak saya juga alumni dari SMA 1 Raha,” ujar salah seorang ibu sambil menyalami Supomo dengan hangat. (lex)

To Top