Kasuistika

Teror Kembali Hantui Warga Muna, Rumah Imam Masjid Dilempar Bom Molotov

ok ft muna1

RAHA, BKK– Rentetan aksi kejahatan kembali meneror masyarakat Muna. Setidaknya tiga rumah menjadi sasaran pengrusakan oleh Orang Tak Dikenal.

Salah satunya adalah rumah milik Imam Masjid At Taqwa, di Kelurahan Wamponiki, La Ode Hamila. Sadel motornya juga tampak diiris dengan senjata tajam. Selain rumah Hamila, rumah tetangganya, Syamsul Bahri, Kabid di Dinas Pertanian Muna juga menjadi sasaran. Yang mengejutkan, ada bom molotov di tempat kejadian.
Bom molotov ini sempat dilemparkan pelaku tapi tidak mengakibatkan kerusakan di rumah korban. Bom yang dipicu oleh bensin bersumbu tersebut diduga gagal meledak. Malah bom molotov tersebut hanya merusak sebatang  pohon kecil di samping rumah korban.
Peristiwa ini pun menggegerkan masyarakat setempat, yang baru tahu adanya kejadian tersebut usai pulang Salat Tarawih. Syamsul Bahri dan La Ode Hamila sendiri sedang tarawih di Mesjid At Taqwa yang terletak tidak jauh dari rumah mereka. Namun istri Syamsul Bahri, berada di rumah saat kejadian tersebut.
Tetangga korban, La Buangka mengakui sekitar pukul 18.00, dia melihat dua orang pria masuk ke lorong mesjid Attaqwa dan langsung menuju kebelakang rumah korban. Saat itu La Buangka hendak Salat Magrib di Mesjid Attaqwa. Sayangnya hal ini tidak langsung dilaporkan La Buangka pada Syamsul Bahri dan La Ode Hamila.
Aksi pengrusakan tersebut diduga terjadi sekitar pukul 20.00, saat sebagian besar warga tengah Salat Tarawih. Warga mulai mengetahui adanya serangan teror saat ada warga yang melaporkan adanya kobaran api di samping di rumah Syamsul Bahri.
La Ode Hamila dan warga pun datang beramai-ramai melihat kobaran api disamping rumah Syamsul Bahri. Hamila pun terkejut karena menemukan jendela rumahnya rusak.
“Kata istri saya, dia sempat mendengar ada bunyi keras dilemparkan ke atap rumah kami. Mungkin itu mi bom molotov yang ditemukan di samping rumah saya. Beruntung bom itu tidak meledak saat dilempar, tapi jatuh disamping rumah dan menyala hingga hanya menghanguskan sebatang pohon kecil disamping rumah,” tutur Syamsul.
Di rumah Syamsul sendiri ada CCTV. Namun pelaku tidak terekam karena melaksanakan aksinya di samping rumahnya. “Kemungkinan pelaku melempar dari samping. Karena kalau dari depan, pasti terlihat di CCTV yang saya pasang,” kata Syamsul, Selasa (28/6).
La Ode Hamila menduga penyerang rumahnya terluka saat menjalankan aksinya. “Sepertinya tangan pelaku luka, karena ada tetesan darah di kaca yang dihancurkan,” katanya.
Ada juga saksi yang mengakui bahwa sebelum kejadian tersebut, dua pria mendatangi rumah Kadis Pertanian Kabupaten Muna Ir La Ode Hamalin. “Mereka tanya di mana Pak Kadis. Saya jawab di sebelah, di mesjid. Tidak lama kemudian, terjadilah pengusakan di rumah Pak La Ode Hamila dan bom molotov di rumah pak Syamsul Bahri,” terang pria yang menjaga rumah Hamalin.
Sementara Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta mengatakan polisi masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov tersebut. Namun dia menyatakan kejadian tersebut tidak kaitannya dengan politik atau PSU Muna.
“Kami menduga ini karena masalah pribadi,” ujarnya.
Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, kedua pelaku menggunakan mantel yang punya penutup kepala. Wajah kedua pelaku juga tidak bisa dikenali karena menggunakan masker.
Sebelumnya, sebuah kios milik warga di Jl Diponegoro, Kelurahan Wamponiki, Herry juga ludes dilalap api. Saat itu, Hery sedang tidak berada di kiosnya. Beruntung, kobaran api cepat diketahui oleh warga yang kemudian beramai-ramai berhasil memadamkannya.
“Kasus itu juga kita masih lidik,” kata Kapolres.
Diakui, penyidik menemukan jeriken minyak tanah dan tutup botol minyak tanah. Namun sejauh ini belum bisa dikaitkan antara penemuan jeriken minyak tanah itu dengan terbakarnya ruko milik Herry.
“Apakah dibakar atau terbakar, masih kita kembangkan,” terang AKBP Yudith S Hananta SIK.
Hingga berita ini, diturunkan rumah milik orang tua Heri tampak tertutup rapat. Sementara kios milik Herru yang sudah menjadi puing-puing masih dibiarkan.
Warga setempat menolak memberikan komentar. Namun mereka menyebut Hery merupakan pendukung Rumah Kita. (cr1/b/aha)

To Top