LM Darmin Meminta Maaf Sama Ketua DPRD Buton – Berita Kota Kendari
Kasuistika

LM Darmin Meminta Maaf Sama Ketua DPRD Buton

La Ode Darmin saat menunggu jadwal sidang di PN Kendari.

La Ode Darmin saat menunggu jadwal sidang di PN Kendari.

KENDARI, BKK – Terdakwa kasus korupsi pembangunan SMKN 2 Lasalimu Selatan Kabupaten Buton La Ode Muhammad Darmin Ali tiba-tiba berubah sikap. Jika selama ini dia selalu menunding Ketua DPRD Buton, La Ode Rafiun ikut terlibat dalam kasus korupsi yang melilitnya, kali ini dia membantahnya.
Kepada jurnalis Harian Berita Kota Kendari (BKK) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Kendari, Selasa (28/6), Darmin menyatakan permohonan maafnya telah menyeret Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun dalam kasus korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp 700 juta itu.
“Saya memohon kepada Ketua DPRD pak La Ode Rafiun. Beliau tidak terlibat langsung dalam pembangunan SMKN 2 Lasalimu Selatan. Sekali lagi saya memohon maaf atas pernyataan selama ini,” kata Darmin.
Namun ketika ditanya apakah permohonan maafnya ini sekaligus membantah pernyataan dia selama ini di media atau dalam proses pemeriksaan, Darmin tak menjawab tegas. Hanya dia menegaskan lagi bahwa dia memohon maaf telah menyeret La Ode Rafiun dalam kasus yang dialaminya.
Darmin mengaku, dia menganggap La Ode Rafiun sebagai keluarganya hanya selama ini terputus komunikasi.
Darmin juga menyatakan permohonan maafnya kepada masyarakat Buton karena menyebut Ketua DPRD Buton terlibat dalam kasus korupsi. “Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Buton, saya merasa bersalah,” tutupnya.
Kini La Ode Darmin telah menjadi tahanan titipan di Rutan Kendari selama mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari.
Darmin menjadi terdakwa kasus korupsi pembangunan unit sekolah baru (USB) SMKN 2 Lasalimu Selatan dengan kerugian negara sekitar Rp 700 juta. Anggaran tersebut bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Sosial (Bansos) dari APBN-P 2012 yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
Sebelumnya, Darmin sempat melarikan diri sehingga ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Namun, ujung pelarian Darmin berakhir di Kota Kendari setelah tim Kejari Pasarwajo menangkapnya.
Dalam proses pemeriksaan hingga proses persidangan, Darmin selalu mengungkapkan bahwa La Ode Rafiun ikut terlibat dalam kasus korupsi yang melibatkan dirinya itu. (lex/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top