Kajati Sultra Diminta Serius Berantas Korupsi – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kajati Sultra Diminta Serius Berantas Korupsi

KEJATI SULTRA

KENDARI, BKK – Kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sugeng Djoko Susilo SH MH dinilai minim prestasi dalam hal pemberantasan korupsi.
Buktinya, Kejati Sultra hanya sibuk mengurusi kasus-kasus lama yang sudah masuk dalam tahap pemberkasan. Setumpuk laporan dan pengaduan masyarakat terkait adanya dugaan korupsi diberbagi daerah di Sultra yang masuk, justru tak kunjug ditindaklanjuti.
Padahal, Sugeng Djoko Susilo telah enam bulan menakhodai Kejati Sultra, menggantikan Andi Nur Winah.
Pengamat hukum pidana, Hariman Satria SH LLM mengatakan, kajati baru Sultra sedianya diharapkan bisa memberikan semangat baru dalam menindak sejumlah kasus-kasus korupsi di Sultra. Bukan hanya diam dan terlihat tak bekerja di mata publik.
Karena, sambung dia, publik merindukan pemimpin penegak hukum yang sungguh-sungguh, jangan menjadi pemimpin yang hanya terlihat meniti karir sebagai pemimpin baru. Berpindah ke sana-sini hanya dengan memperbaiki karir, tidak mencerminkan konsitensi penegak hukum anti korupsi.
“Harusnya sebagai kajati baru itu memberikan reaksi positif. Ketika adanya laporan dengan secepatnya ditindaklanjuti,” ujar Hariman.
Menurut mahasiswa doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, kasus korupsi yang ada di Sultra ini bukan tidak ada, melainkan kata dia, tergantung dari respon dari pihak kejaksaan .
“Sangat banyak kasus korupsi yang menggurita. Terbukti, banyaknya laporan-laporan yang masuk dari berbagai elemen masyarakat, hal itu menandakan banyaknya dugaan korupsi,” tuturnya.
Hariman menambahkan, seharusnya permintaan-permintaan pengusutan korupsi dari msyarakat ditindak lanjuti secara cepat, agar dapat memberikan kepastian hukum kepada pihak pelapor.
Mantan ketua Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini menyebut, harusnya Kejati Sultra di bawah kepemimpinan  Sugeng Djoko Susilo bisa memberikan kinerjanya sebagai penegak hukum yang melayani kepentingan publik di Sultra. Bukan memberikan keraguan kepada publik.
“Kalau sudah enam bulan, saya kira itu waktu yang cukup lama. Berarti kajati baru kita ini memberikan tanda-tanda yang bobrok. Masa kepemimpinan Sugeng Djoko Susilo itu menggambarkan prestasi yang negatif,” sindirnya.
Terpisah, pengamat hukum Universitas Halu Oleo (UHO), Risaman SH MH mengatakan, kajati baru Sultra ini memang belum menunjukan tanda-tanda progres yang menonjol, karena, hingga kini belum adanya kasus korupsi terbaru yang diusut kejati. Padahal, kata dia, sangat banyak laporan yang masuk di meja jaksa.
“Banyaknya pejabat di kejati yang punya fungsi bidang penyidikan harusnya dimanfaatkan untuk melakukan penyelidikan setiap laporan yang masuk, bukan hanya merampungkan berkas-berkas tersangka yang lama saja ditanganinya,” tandasnya.
Jika begitu, tambah Risaman, jaksa terlihat tak bekerja. Apalagi kasus yang saat ini menjadi prioritas, seperti dugaan korupsi Pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara (Konut), juga belum tuntas.
“Kami harapkan, secepatnya mengusut kasus korupsi terbaru. Jangan laporan masyarakat yang masuk tekait kasus dugaan korupsi, hanya dibiarkan mengendap dan tak diseirusi pihak Kejati Sultra,” tuntasnya.
Minimnya penanganan kasus itu pula diakui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH.
“Belum ada kasus-kasus yang baru mas. Memang laporan banyak yang masuk, tapi semuanya masih di tangan Kasi Intel. Cuma kasus yang di Konawe (ternak sapi, red), tapi itu pun belum bisa di publik sebenarnya,” terang Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/6). (p5/b/kas)

Click to comment
To Top