BOP Tak Jalan, Wakatobi Terancam Tak Dipercaya Pempus – Berita Kota Kendari
Aktualita

BOP Tak Jalan, Wakatobi Terancam Tak Dipercaya Pempus

Wakatobi_beach_2006

KENDARI, BKK – Status yang diemban Kabupaten Wakatobi sebagai pengelola Badan Otoritas Pariwisata (BOP), tidak boleh dilihat sebelah mata. Bila hal ini tidak dijalankan maksimal, kabupaten terujung Sulawesi Tenggara (Sultra) itu akan hilang kepercayaan dari pemerintah pusat (pempus).

Hal ini diungkapkan Bupati Wakatobi Hugua di detik-detik akhir masa jabatannya, usai menggelar buka puasa bersama di kediamannya, Minggu malam (26/8). Menurutnya, bila BOP tidak dijalankan, pempus tak akan memberikan perhatian khusus kepada Wakatobi melalui alokasi anggaran APBN.

“Jika sudah keluar Peraturan Presiden (Perpres) tentang BOP, lalu tidak dijalankan, saya tidak bisa bayangkan. Bisa jadi, kita kehilangan kepercayaan dari pemerintah pusat,” terang Hugua kepada wartawan.

Program ini, sebut Hugua, merupakan salah satu semangat nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meninginkan Wakatobi menjadi salah pusat pariwisata nasional.

Untuk itu, tekan Hugua, Bupati Wakatobi selanjutnya, Arhawi-Ilmiati Daud, yang akan dilantik hari ini, (28/6), untuk tetap memperhatikan status Wakatobi yang masuk top ten destinasi pariwisata Indonesia.

“Ini dibuthkan talenta dari seorang pemimpin untuk merealisasikannya, tidak boleh ditunda. Juni ini, perpres akan keluar. Kalau mundur, maka kegagalan buat kita semua. Makanya, jangan ditunda satu hari pun,” ungkapnya.

Menurutnya, BOP ini tidak datang begitu saja dari pusat. Program ini, ikut membawa uang kurang lebih Rp 20,5 triliun yang rencananya akan dialokasikan untuk peningkatan ekopariwisata Wakatobi yang mensejahterakan masyarakat dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Bayangkan, setiap tahun itu Rp 5 triliun. Uang ini, akan digunakan untuk membangun infrastruktur, peningkatan kemampuan nelayan, pertanian kita dan peningkatan sektor pendapatan masyarakat Wakatobi tanpa merusak lingkungan,” bebernya.

Selain itu, Hugua ikut meminta kepada Arhawi agar membuat terobosan atau lompatan kauntum dibandingkan masa pemerintahannya selama 10 tahun.

“Buatlah aktivitas yang lebih detil yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Yang penting, pertahankan prestasi WTP (wajar tanpa pengecualian),” tekannya.

Menurut dia, WTP adalah laporan keuangan paling tertinggi yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini, untuk menunjang pemerintahan yang bersih dan berkualitas.

“WTP ini, meripakan tata kelolah keuangan yang tertib dan betul good governance. Ini harus dipertahankan oleh Bupati Wakatobi selanjutnya,” tuturnya. (pas)

Click to comment
To Top