Disperindag Gelar Pasar Murah, Gula Pasir Habis dalam 30 Menit – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Disperindag Gelar Pasar Murah, Gula Pasir Habis dalam 30 Menit

Warga memadati area Pasar Murah yang digelar Pemprov Sultra beserta sejumlah mitranya di Lapangan Eks MTQ, Sabtu (25/6) lalu.

Warga memadati area Pasar Murah yang digelar Pemprov Sultra beserta sejumlah mitranya di Lapangan Eks MTQ, Sabtu (25/6) lalu.

KENDARI, BKK– Antusias masyarakat berbelanja di pasar murah yang digelar Pemprov Sultra bersama mitranya di Lapangan Eks MTQ, akhir pekan lalu, terbilang luar biasa. Betapa tidak, stok gula pasir yang disiapkan pun habis hanya dalam waktu 30 menit.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Yuni Nurmalawati mengakui harga gula pasir yang dijual di pasar murah hanya Rp 12.000 per kg. “Setengah jam saja langsung habis. Itu karena harga yang kita patok lebih murah di pasaran. Kalau di pasaran sekarang paling murah Rp 15.000 per kg,” kata Yuni.
Selain gula pasir, komoditi yang paling banyak diincar adalah minyak goreng dan telur. Di pasar murah, telur satu rak hanya dijual Rp 35.000 di mana di pasar umum harganya bisa mencapai hingga Rp 45.000.
Selain itu, beras Mekongga hanya Rp 35.000 per 5 kg, sementara di pasaran perkilonya Rp 12.000. Bawang merah dijual Rp 35.000 per kg sedangkan dipasaran dijual Rp 45.000 per kg.
“Perbandingan harga yang memang agak jauh membuat masyarakat lebih memilih berbelanja di pasar murah,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat ini, pemerintah mempertimbangkan untuk melanjutkan pasar murah. Yuni mengakui, pasar murah menurut rencana ditutup pada Senin (27/6) hari ini.
“Tetapi jika distributor masih memiliki stok, maka akan dilaksanakan hingga Selasa (28/6). Kita akan komunikasikan kembali,” ujarnya.     Yuni menjelaskan, pasar murah ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu. Sejumlah bank yang menjadi mitra Pasar Murah menyediakan 3.900 lembar voucher untuk dibagikan kepada warga yang kurang mampu.
“Bank Sultra mencetak 500 lembar voucher belanja, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Bank Indonesia (BI) Cabang Kendari mencetak voucher 1.800 lembar. Sedangkan yang lainnya yakni Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya hasil dari dana yang terkumpul kita mencetak kupon berjumlah 1.600 sehingga total voucher belanja yang disediakan dipasar murah sebanyak 3.900 voucher,” ungkap Yuni Nurmalawati.
“Yang pakai voucher ditukar pada hari ini (Sabtu lalu, red). Sementara untuk Senin nanti dibuka unuk umum,” tandasnya.
Salah seorang pengunjung pasar murah, Siska mengatakan dirinya sangat bersyukur dengan adanya pasar murah ini. Bagi masyarakat yang memiliki penghasilan kecil, pasti akan berat berbelanja di pasar umum yang saat ini harganya relatif mahal.
“Saya sangat terbantu dan bersyukur adanya pasar murah ini, apa lagi kurang lebih sepekan lebaran. Saya yakin harga dipasaran akan naik lagi,” ujarnya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra, La Mandi SE mengatakan, kegiatan pasar murah yang dilakukan oleh Pemprov sangat positif bagi masyarakat, utamanya bagi yang berpenghasilan kecil. Akan tetapi, lanjut La Mandi, untuk mengantisipasi harga sebaiknya jangan saja dilakukan ketika hari-hari besar, tetapi harus dilakukan pada hari-hari biasa.
“Pasar murah menurut saya sangat positif, namun saya inginkan jika memang tujuannya untuk menekan lonjakan harga sebaiknya pasar murah ini, tidak hanya dilakukan di hari-hari besar saja tetapi sebaiknya dihari-hari biasa juga dilakukan,” pungkasnya. (m3/b/aha)

To Top