Dishub Akan Tindaki Angkutan Tanpa Izin Trayek – Berita Kota Kendari
Beranda

Dishub Akan Tindaki Angkutan Tanpa Izin Trayek

KENDARI, BKK – Masalah izin trayek kendaraan bukan menjadi peran dan tugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari saja, tetapi pihak organda selaku induk organisasi angkutan harus turut ambil bagian.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Dishub Kota Kendari, Ir Drs H Sjarif Sajang MSi, kata dia, sebenarnya untuk Kota Kendari terdapat sembilan trayek yang beroperasi dari Kota Lama sampai Kampus Baru hingga Kelurahan Tononggeu Kecamatan Abeli.
“Dari kesembilan trayek itu, kita sudah sampaikan supaya melengkapi surat-surat izin kendaraan,” ungkap H Sjarif Sajang kepada Harian Berita Kota Kendari (BKK) saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (26/6).
Terkait izin trayek, lanjut dia, pihaknya mengimbau peran serta pihak organda selaku induk organisasi angkutan, yang nantinya peran itu akan ditindak lanjuti dengan kerja sama untuk mendata sekaligus memberikan edukasi kepada pemilik angkutan untuk melengkapi kendaraannya seperti papan trayeknya dan izin nomor lambungnya.
“Kami berencana akan bekerja sama dengan pihak organda untuk memberikan edukasi kepada pemilik angkutan kota (angkot), untuk melengkapi kendaraannya baik papan trayeknya maupun izin nomor lambungnya. Sehingga nantinya penumpang bisa tahu dan tidak akan kesasar.
Selain organda, lanjut dia, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak terkait seperti pihak Kepolisian, sehingga jika izin kendaraan sudah mati atau kadaluarsa dapat dipermudah urusannya.
“Dalam pengurusan izin kami memberikan rentan waktu kepada pemilik kendaraan atau angkot selama enam bulan, selain itu kami tidak akan menghambat dalam kepengurusan izin kendaraan tersebut, hal ini agar apa yang menjadi kelengkapan berkendara bisa terlengkapi,” paparnya.
Untuk itu, Sjarif menegaskan, apabila ditemukan angkot yang tidak memiliki kelengkapan, maka dapat dikatakan ilegal dan mesti ditindak dengan tegas.
“Kami akan tindaki dengan tegas jika menemukan angkot yang tidak memiliki izin lengkap. Karena, segala urusan sudah kita permudah namum kalau masih tidak lengkap berarti itu kesengajaan,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Organda, Rahmat Buyung menyatakan, memang angkot yang tidak memiliki izin trayek sangat meresehkan, sebab angkot induk yang memiliki kelengkapan izin dirugikan. Berdasarkan data yang dimiliki organda, angkot siluman kini mencapai setengah dari angkot yang berizin.
“Mengantisipasi hal ini memang kewajiban bersama, namun untuk menyelesaikannya perlu penegasan dari Dishub, sebab pemberian izin trayek kewenangan Dishub bukan tugas kami,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, La Tifu juga menambahkan, masalah izin trayek bagi angkot yang beroperasi di Kota Kendari merupakan persoalan sejak dulu, dimana semua pihak telah melakukan kerja sama tetapi hasilnya tetap saja belum ada.
“Hal itu karena pihak Dishub yang belum optimal dalam menjalankan tugasnya,” pungkas La Tifu melalui selulernya. (m3-m2/c/jie)

Click to comment
To Top