Astaghfirullah.. Bulan Ramadan Beraksi, Komplotan Pencurian Elektronik Ditangkap – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Astaghfirullah.. Bulan Ramadan Beraksi, Komplotan Pencurian Elektronik Ditangkap

Polres Poasia memperlihatkan tiga tersangka komplotan pencurian elektronik, dari kiri Ali Darwan, Samran dan Mail, beserta hasil kejahatannya yang menjadi barang bukti, di Polsek Poasia, Kendari, Minggu (26/6). (foto: Ono/BKK)

Polres Poasia memperlihatkan tiga tersangka komplotan pencurian elektronik, dari kiri Ali Darwan, Samran dan Mail, beserta hasil kejahatannya yang menjadi barang bukti, di Polsek Poasia, Kendari, Minggu (26/6). (foto: Ono/BKK)

KENDARI, BKK– Polisi akhirnya berhasil mengungkap jaringan pencurian barang elektronik atau curnik yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Kendari. Tiga pelaku yang merupakan satu komplotan diciduk, di mana salah satunya merupakan oknum PNS Dinas Perhubungan Sultra.

Minggu (26/5), Polres Poasia memperlihatkan para pelaku beserta barang bukti hasil pencuriannya. Ketiganya adalah Mail alias Roy (26), Samran alias Jordan (23) serta Ali Darwin (38) yang merupakan oknum PNS. Sementara barang bukti yang diperlihatkan adalah sepuluh unit ponsel berbagai tipe, lima laptop berbagai jenis, satu keyboard dan satu charger laptop.
Kapolsek Poasia, Komisaris Polisi (Kompol) Dulyamin Daming menuturkan, dari hasil penyelidikan mengarahkan polisi kepada Mail alias Roy. Pihaknya kemudian membentuk satu tim untuk menangkap pelaku yang dipimpin langsung oleh Dulyamin.    Kinerja tim ini pun membuahkan hasil. Hanya dalam sehari, petugas berhasil menciduk seluruh anggota komplotan ini.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan petugas, seperti film-film di Hollywood. Tetapi penjahat selalu kalah dengan tolo’nya (jagoan, red),” kata Dulyamin.
Dalam drama pengejaran tersebut, Mail alias Roy akhirnya tertangkap di daerah Wuawua sekitar pukul 15.00. Dari keterangan Roy, tim kemudian menangkap Samran alias Jordan dan Ali Darwan. Polisi pun menyita sejumlah alat elektronik yang merupakan hasil kejahatan komplotan ini.
Aksi penangkapan terhadap seluruh pelaku diiringi dengan hujan deras. Namun itu bukan halangan buat timnya untuk menuntaskan kasus tersebut.
“Kami sudah terlanjur jalan, hujan deras bukan halangan bagi kami. Ini adalah tugas,” tegasnya.
Dalam aksinya, komplotan ini membagi-bagi tugas. Darwin merupakan eksekutor, sementara dua rekannya menjadi mata lalang atau mengawasi kondisi di sekitar. Sasarannya adalah rumah warga.
Jika kondisi aman, Darwin mula-mula mencungkil jendela rumah dan langsung beraksi mengambil barang-barang elektronik yang didapatinya. Menurut pengakuan mereka, sasaran pencurian yang terakhir adalah rumah yang beralamatkan di Jl Sisinga Mangaraja, Kelurahan Mata Bubu, Kecamatan Anggoya.
Polisi menyiapkan Pasal 363 dan 362 dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (p4/b/aha)

To Top