Sidang Korupsi Pilwali 2012, Wahid Daming Bersaksi, Syam Abdul jalil Mengangguk – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Sidang Korupsi Pilwali 2012, Wahid Daming Bersaksi, Syam Abdul jalil Mengangguk

Syam Abdul Jalil Hamrah

Syam Abdul Jalil Hamrah

KENDARI, BKK – Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari Syam Abdul Jalil Hamrah, hanya bisa mengangguk mendengarkan keterangan Abdul Wahid Daming saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Kamis (23/6).
Di depan majelis hakim, Syam yang duduk di kursi terdakwa perkara kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari 2012, mebenarkan seleuruh pernyataan Abdul Wahid Daming, yang juga mantan komisioner KPU Kendari.
Dalam agenda sidang pemeriksaan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari Muhammad Jufri Tabah SH, hanya menghadirkan Abdul Wahid Daming sebagai saksi tunggal.
Sidang perkara ini dipimpin majelis hakim, Mustari SH. Terdakwa didampingi penasihat hukumnya, Yustiti SH.
Dalam kesaksiannya, Abdul Wahid Daming mengatakan, saat Pilwali Kota Kendari 2012 silam, dirinya menjadi pengawas utama (supervisi) dan monitoring (pengecek) Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Kendari dan Kendari Barat.
Abdul Wahid Daming pernah melakukan perjalanan dinas dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) diserahkan kepada bendahara KPU Kota Kendari, Purbatin Haddi.
“Saat saya menjadi supervisi dan monitoring di Kecamatan Kendari dan Kendari Barat dan melakukan perjalanan dinas, LPJ yang saya buat saat itu dihilangkan bendahara,” ungkapnya.
Sehingga, saat Badan Pengawasan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan audit ditemukan senilai Rp 700 ribu yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
“Ada temuan dari BPK yang saya gunakan, namun uang tersebut langsung saya kembalikan sebelum adanya pemeriksaan dari pihak inspektorat untuk menindak lanjuti temuan dari BPK itu. Uang pengembalian itu saya serahkan langsung kepada bendahara KPU Kota Kendari,” aku Wahid Daming.
Saat majelis hakim mempertanyakan pemindahan uang dari rekening KPU ke rekening pribadi Syam Abdul jalil, Wahid Daming mengaku, sama sekali tidak mengetahui persoalan itu.
“Sebelumnya saya tidak pernah memgetahui ada perpindahan uang KPU kerekening pribadi, saya ketahui nanti ada pemberitaan di media. Setelah mengetahui, saya langsung melakukan konfirmasi kepada terdakwa mengapa dia (Syam, red) melakukan hal tersebut. Alasannya, hanya sebatas mengantisipasi karena bendahara kala itu jarang berada di kantor,” jelasnya.
Selanjutnya ketua majelis mempertanyakan mengenai kebenaran kesaksiaan Wahid Daming, terdakwa Syam Abdul Jalil, hanya tertunduk diam mengakui dan membenarkan keterangan sahabatnya tersebut. (p5/b/kas)

To Top