Kasus Korupsi Dana Kas RS Rp 5 Miliar, Jaksa Periksa Direktur RSBG Kolaka – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kasus Korupsi Dana Kas RS Rp 5 Miliar, Jaksa Periksa Direktur RSBG Kolaka

KOLAKA, BKK- Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka dr H Muhammad Hasbih Cukke diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka.

Selain direktur aktif, penyidik kejaksaan juga memeriksa eks Direktur BLUD RSBG Kolaka dr H Abd Azis, Kamis (23/6).

Keduanya masih diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana kas RSBG Kolaka senilai Rp 5 miliar. dr H Muhammad Hasbih Cukke dan dr Azis Amin yang datang secara bersamaan, terlihat tiba di Kantor Kejari Kolaka sekitar pukul 10.30 Wita.

Dikonfirmasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kolaka Jefferdian, membenarkan pemeriksaan keduanya berkait kasus dugaan penyelewengan dana kas RSBG Kolaka senilai Rp 5 miliar.

“Kalian sudah liat sendiri kan, keduanya ada disini,” tukas Jefferdian.

Dikatakan, selain mantan bendahara penerimaan RSBG berinisial YS yang dijadikan tersangka, bisa jadi akan ada tersangka lain. Namun, itu tergantung alat bukti yang ditemukan.

“Bisa jadi ada tersangka baru. Kita lihat saja nanti,” tegas Jeffersian.

Sementara itu, dr Azis Amin yang ditemui sebelum masuk ke ruang pemeriksaan mengatakan, adanya penyalahgunaan dana yang dilakukan mantan bendahara penerimaan YS baru diketahui setelah ada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesi (BPK-RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dana miliaran rupiah itu, beber dia, merupakan hasil pembayaran obat dan pasien umum yang masuk di RSBG. Dari semua dana yang masuk itu dicatat YS, tapi tidak diserahkan ke bendahara pengeluaran.

Dana yang terkumpul justru diambil dan pinjamkan pada pihak ketiga oleh YS sebesar Rp 3,5 miliar dengan alasan pengadaan obat dan alat kesehatan lainnya.

“YS ini tidak punya kewenangan untuk mengeluarkan dana. dan itu saya tidak tahu. Dia (YS) hanya bisa dipertanggungjawabkan Rp 1,5 miliar sesuai kesempatan yang diberikan BPK selama satu bulan,” terang Aci–sapaan akrab dr H Abd Azis.

Pada kasus ini, Kejari Kolaka telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni YS dan pimpinan PT BBM yang bergerak di bidang pengadaan obat-obatan dan barang habis pakai berinisial SH. (cr3/b/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top