Saling Klaim Ketua PAN Mubar – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Saling Klaim Ketua PAN Mubar

LAWORO, BKK – Klaim Rachmawati Badala sebagai ketua terpilih Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Muna Barat (Mubar), hasil Musyawarah Daerah (Musda) 2016 yang dilakukan serentak pada 14-16 Juni oleh 17 dewan pimpinan daerah (DPD) se-Sulawesi Tenggara (Sultra), ditentang oleh pesaingnya, Amiluddin ST.

Menurut Rachmawati Badala via telepon seluler, Senin (20/6), hasil musda mencatat sebanyak 5 orang didapuk menjadi tim formatur, yang akan menjadi bakal calon ketua. Mereka adalah Rachmawati Badala, La Ode Koso, La Ode Amiluddin, Ramlan, dan Alimudin. Kelimanya berembuk mencari satu pemimpin.

“Dari lima orang itu, tiga orang memilih saya, sedangkan dua orang memilih Amiluddin. Karena tidak ada kesepakatan maka kita voting. Saya didukung tiga orang, berarti saya menang dong,” kata Rachmawati.

Mengapa voting? Menurut dia, karena steering committee malam itu mewanti-wanti harus keluar satu orang sebagai ketua, dan seluruhnya sebayak 17 orang, sesuai jumlah DPD PAN se-Sultra.

Di lain pihak, Amiluddin soal ini mengatakan, mekanisme voting itu tidak dikenal dalam sistem baru pemilihan ketua. “Pemilihan di PAN bardasarkan musyawarah mufakat. Mengapa berakhir dengan voting?” sergah Amil.

Ia melanjutkan, dalam mekanisme baru itu bila musda tidak bulat memilih satu orang maka ketua akan dipilih oleh dewan pimpinan wilayah (DPW). Berdasarkan itu, kata Amil, ada dua kandidat ketua hasil Musda 2016 di Baubau, yaitu dirinya dan Rahmawati Badala.

Menyusul itu, Amiluddin berpesan pada DPW agar objektif dalam menengahi friksi di PAN Mubar. Ia menyarankan DPW dalam penentuan itu agar menurunkan tim survei di masyarakat, siapa yang layak pimpin PAN Mubar.

Perpecahan ini, terang dia, karena Rachmawati menjalankan PAN seolah perusahaan miliknya sendiri. “Sesuka hatinya dia buat. Hari ini jadikan orang pengurus, besok dia ganti secara sepihak,” ungkap Amil.

“Turunkan survei, kalau benar kita cintai bersama ini PAN. Kita mengharap kearifan dan ketokohan beliau (Ketua DPW PAN Sultra) untuk menengahi persoalan Mubar,” tambahnya.

Melalui survei, sambung Amil, akan diketahui siapa sebenarnya yang membesarkan partai ini di Mubar dan siapa yang merusak partai. “Siapa itu Rachmawati Badala? Biar rumahnya tiada di Mubar. Kita semua baku tahu,” sebutnya.

Pamungkas, ujar dia, friksi ini menitip sebuah pesan pada DPW PAN Sultra agar secara dini melakukan introspeksi diri.

Diberitakan sebelumnya, PAN Mubar dilanda perpecahan jelang Musda 2016. Sebanyak 9 dewan pimpinan cabang (DPC) dari 11 kecamatan menyatakan mosi tidak percaya pada kepemimpinan Rahmawati Badala.

Mereka yang selanjutnya menamakan diri Tim Penyelamat Partai menginginkan Amiluddin sebagai pemimpin. Dua kubu ini sama-sama menyelenggarakan pleno untuk menentukan tim formatur yang akan diusung sebagai calon ketua di Musda 2016 yang diselenggarakan di Baubau.

Kubu Rachmawati membawa 15 orang sebagai tim formatur. Salah satu dari 15 orang itu adalah dirinya sendiri. Kubu Amiluddin membungkus 4 orang, dan salah satunya juga adalah dirinya sendiri. Selanjutnya, saat Musda 2016 digelar, tim formatur final jadi 5 orang. Tiga orang menginginkan Rachmawati ketua, 2 orang memilih Amiluddin. (iis/jie)

To Top