Pencegahan Narkoba Masuk Kurikulum SD – Berita Kota Kendari
Beranda

Pencegahan Narkoba Masuk Kurikulum SD

Peserta rapat kerja percepatan peningkatan program P4GN di Sekolah Dasar (SD) melalui kurikulum terintegrasi, berpose bersama, usai kegiatan, di Kantor Dikbud Kota Kendari, Selasa (21/6). (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat memasukkan materi pencegahan narkoba dalam kurikulum sekolah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama BNN Kota Kendari serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari mengadakan rapat kerja percepatan peningkatan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Sekolah Dasar (SD) melalui kurikulum terintegrasi, yang berlangsung berlangsung di Kantor Dikbud Kota Kendari, Selasa (21/6).

Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Drs Fauzan Djamal mengatakan, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) khususnya untuk pelajar, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka prefalensinya.
“Salah satunya dengan bekerja sama dengan Dikbud Kota Kendari dalam rangka memasukkan tentang pencegahan narkoba dalam kurikulum pendidikan. Untuk tahap awal, kami sudah mulai dari SD yang nantinya akan berlanjut di sekolah menengah. Untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari 12 PTN yang ada di Sultra kita sudah jalin kerja sama,” ungkap Fauzan Djamal, Selasa (21/6).
Fauzan mengatakan, dengan adanya P4GN tersebut angka penyalahgunaan narkoba bisa ditekan, dengan melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Sultra, baik sekolah yang beranaung di bawah Kementerian Agama maupun sekolah umum.
“Sekarang kita melakukan kerja sama dengan sekolah dasar bukan berarti penyalahgunaan di kalangan pelajar bertambah, tetapi paling tidak, penyalahguna narkoba dapat ditekan,” harapnya.
Menurutnya, kurikulum integritas ini akan dimasukkan ke dalam mata pelajaran. Ia mencontohkan, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Agama dapat memasukkan materi tentang bahaya narkoba.
Sementara itu, Sekretaris Dikbud Kota Kendari, Sartini Sarita, mengatakan, pihak Dikbud Kota Kendari merespons adanya pelaksanaan P4GN ini. Paling tidak dapat merubah pola pikir siswa sekolah terhadap narkoba dan sejenisnya.
Menurut dia, mata pelajaran yang akan dimasukan sebagai kurikulum terintegrasi untuk SD adalah pelajaran pendidikan agama, PKN dan IPA. Sedangkan untuk kegiatan ekstrakurikuler bisa melalui kepramukaan, UKS, dan melalui lomba-lomba yang disesuaikan dengan tingkatan pendidikannya.
Kepala BNN Kota Kendari, Murni menambahkan, banyaknya pelajar yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maka sangat penting P4GN dimauskkan dalam kurikulum sekolah.
“Awalnya memang anak-anak pelajar menggunakan lem fox dan mumbul, tetapi kalau mereka sudah banyak uang utamanya anak-anak pejabat sudah sabu-sabu mereka,” katanya.
Menurutnya, kebanyakan pelajar maupun siswa yang melakukan atau menggunakan narkoba berasal dari keluarga yang broken home, dan berada di bawah garis kemiskinan.
“Untuk itu kami bersama tim membuat kurikulum terintegrasi, artinya ada beberapa mata pelajaran kita akan masukan materi-materi P4GN. Karena diusia dini tidak mungkin kita berikan metode ceramah sebab mereka pasti ngantuk, untuk itu kita menggunakan metode bermain, gerak dan nyanyi sehingga mudah diserap,” tambahnya. (m3/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top