KPU Sultra : Kami Sudah Lelah – Berita Kota Kendari
Headline

KPU Sultra : Kami Sudah Lelah

KENDARI, BKK– Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara berharap Mahkamah Konstustusi akan memberikan putusan final terhadap Pilkada Muna, usai digelarnya Pemungutan Suara Ulang jilid II, Minggu (19/6) lalu.
Ketua KPU Sultra, Hidayatullah menyatakan, proses pelaksanaan PSU jilid dua sudah sesuai dengan yang diharapkan. Meski diakuinya, penyelenggaran Pemilu di Muna meski telah menguras energi dan perhatian para penyelenggara.
“Mudah-mudahah, MK dapat memahami kondisi di daerah kita di Muna. PascaPSU jilid dua ini, kita berharap tidak ada lagi PSU lanjutan. Sebab, KPU sudah lelah,” ujarnya.     Hidayatullah juga berharap tujuh hari pascarekapitulasi suara ini dimanfaatkan oleh seluruh pihak yang berkepentingan untuk merampungkan laporannya. Sebab itu sudah menjadi amanat MK saat memutus digelarnya PSU Jilid II.
“Kalau dihitung penanggalan, kita akan ajukan laporan sekitar 28 atau 29 Juni 2016,” terang Hidayatullah, Rabu (21/6).
Mantan Anggota KPU Kota Kendari ini mengatakan, yang akan melaporkan hasil pantauannya di MK nanti adalah seluruh penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu dari berbagai tingkatan hingga pasangan calon (paslon).
“KPU RI hingga KPU Kabupaten Muna akan menyampaikan laporan sendiri. KPU RI juga akan masukan laporan sendiri,” paparnya.
Hidayatullah mengingatkan, laporan yang diajukan ke MK tidak boleh terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan. Bila terlambat, laporan tersebut tidak akan menjadi pertimbangan dari majelis hakim.
“Jika terlambat, laporan yang lain akan menjadi pertimbangan. Seperti Bawaslu kemarin, laporan Bawaslu Sultra tidak dipertimbangkan karena terlambat dari tenggat waktu yang diberikan,” ungkapnya.
Laporan yang akan disampaikan ke MK nanti, sebut Hidayatullah, terkait tahapan dan jadwal. “Mulai tahapan persiapan, pelaksanaan hingga rekapitulasi suara,” katanya.

Di tempat terpisah, Calon Bupati (Cabup) Muna LM Rusman Emba mengaku, timnya sudah mengumpulkan seluruh bukti untuk dilaporkan di MK sekitar 29 Juni nanti. Salah satu buktinya adalah dugaan keberpihakan oknum KPU Muna.
“Kita akan laporkan banyak hal. Selain keterlibatan oknum penyelenggara, kita akan ajukan masalah data pemilih yang bermasalah seperti pembagian formulir c6 yang diprotes oleh masyarakat,” kata Rusman Emba saat ditemui di Kendari, Rabu (22/6).
Pada sidang PSU jilid pertama sebelumnya, LM Rusman Emba mengaku sudah yakin akan menang. Hanya saja, MK memutuskan lain dengan mempertimbangkan surat dua lurah.
Ia menduga, putusan MK untuk mengulang PSU dilatarbelakangi kepentingan politik. Untuk mengantisipasi itu, Rusman Emba akan berkonsultasi dengan tim partai untuk menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kita juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk DPR RI. KPK juga kita akan gandeng untuk memastikan, tidak ada upaya-upaya jahat untuk menganulir kemenangan kami,” tegasnya.
Menurut Rusman, kemenangan dengan selisih 33 suara ini adalah murni suara rakyat tanpa ada permainan. Sebab, seluruh mata, baik pemerintah maupun penyelenggara dari pusat, ikut mengawasi jalannya PSU jilid dua ini.
“Kita optimis menang. Kemarin, KPU dan Bawaslu RI turun langsung. Kami anggap, pelaksanaan PSU jilid dua kemarin tidak ada masalah apa pun,” tuturnya. (pas/aha)

To Top