Demonstrasi Wajar, Asalkan Tidak Anarkis – Berita Kota Kendari
Beranda

Demonstrasi Wajar, Asalkan Tidak Anarkis

KENDARI, BKK – Gerakan mahasiswa yang selama ini terbangun merupakan perwujudan dari tanggung jawab mahasiswa sebagai agen perubahan (agen of change) dan agen pengontrol (agen of control).

Demonstrasi juga adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari mahasiswa karena sejak awal kebangkitan nasioanl di Republik Indonesia ini telah terjadi gerakan-gerakan yang dibangun oleh mahasiswa.

Akan tetapi citra positif tersebut tidak mampu lagi dipertahankan oleh mahasiswa karena belakangan ini gerakan yang dibangun oleh mahasiswa telah banyak membuat kerusakan karena tindakan anarkis.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oloe (UHO) Kendari, Dr Bahtiar mengatakan, persoalan demonstrasi di kalangan mahasiswa adalah tindakan yang wajar-wajar saja. Hal itu, kata dia, telah dijamin oleh UUD 1945 pasal 28 tentang kemerdekaan manyampaikan pendapat.

“Karena itu kita harus memberi ruang kepada mahasiswa jika memang ingin benar-benar berjuang untuk rakyat dan berdemonstrasi di koridor yang benar,” katanya.

Bahtiar menegaskan, menyampaikan pendapat dalam bentuk demonstrasi adalah tindakan yang benar karena bagian dari tanggung jawab mahasiswa, sepanjang tidak diikuti dengan tindakan anarkisme.

Bahtiar juga menambahkan, demonstrasi atau gerakan mahasiswa yang dibangun dan berujung pada tindakan anarkisme merupakan tindakan kriminalitas, sebab apa yang dilakukan dalam demonstrasi anarkis itu hanya akan merusak dan tidak akan disukai oleh masyarakat luas.

Kata dia, ketika demonstrai bergerak dan manyampaiakan aspirasi rakyat itu harus diterima. Dan pihak yang dituju harus siap menerima apa yang menjadi aspirasi mahasiswa tersebut. Tidak boleh antara kedua belah pihak memancing suasana yang bisa menimbulkan bentrok atau berujung pada anarkis. Maka dari pendemo dan yang di demo harus saling menjaga agar dalam aksi mahasiswa tersebut tetap kondusif.

“Saya tahu bahwa mahasiswa ketika berdemo dan benar-benar membela rakyat, pasti publik menilai bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa adalah luar biasa. Tetapi jika terjadi hal-hal yang anarkis meskipun tujuan mereka memperjuangkan rakyat, maka jelas reputasi mereka di mata masyarakat itu rusak. Masyarakat pasti akan menilai bahwa mahasiswa itu hanya merusak,” terang Bahtiar seraya mengatakan, dirinya sangat menyesalkan tindakan demonstrasi yang burnuansa anarkisme.

Hal serupa diungkapkan oleh aktivis Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan, Syahrabudin Husen Enali. Menurutnya, mahasiswa itu adalah agen of change dan sosial control, yang seharusnya melakukan kontrol sosial dan perubahan, bukan melakukan pengrusakan atau anarkisme.

“Tindakan anarkisme yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah tindakan ketika apa yang mereka sampaikan dalam demonstrasinya justru tidak didengarkan oleh pihak yang mereka demo,” katanya.

Kata Syahrabudin, demosntrasi anarkisme itu sebenarnya adalah tindakan yang salah karena akan merusak aset negara dan juga bisa merusak reputasi mahasiswa.

“Saya sangat menyesali tindakan anarkisme karena tidak akan membawa dampak dan perubahan yang positif pada mahasiswa maupun masyarakat,” tutup alumni FISIP UHO Kendari tersebut. (p7-p8/c/jie)

Click to comment
To Top