Sejumlah Aleg Bombana Mengaku Tak Terima Undangan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Sejumlah Aleg Bombana Mengaku Tak Terima Undangan

RUMBIA, BKK – Molornya pelaksanaan paripurna Laporan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPj-AMJ) bupati Bombana tahun 2015 akibat tidak hadirnya sekitar 14 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Senin (20/6) kemarin kini mulai terjawab.

Sejumlah anggota legislatif (Aleg) Bombana yang tidak hadir mengaku tidak tidak menerima undangan ataupun pesan melalui telepon dari unsur pimpinan dewan.

Anggota DPRD Bombana, Arsyad mengatakan, rapat paripurna yang batal digelar pada Senin kemarin terkesan dipaksakan.

Menurut Arsyad, dirinya menerima undangan sidang paripurna jam 09.00 sementara jadwal sidang jam 10.00 Wita, ia pun menilai sidang tersebut dapat dikatakan sidang dadakan.

“Ini terkesan dipaksakan. Kalaupun agenda paripurna kemarin jadi dilaksanakan, saya yakin apa yang diparipurnakan tidak akan maksimal,” terang Arsyad.

Arsyad menambahkan, agenda sidang LKPj ini sudah dijadwalkan di Bamus sebelumnya, telah dijadwalkan pada 13 Juni, hanya saja jadwal tersebut tiba-tiba diundur 20 Juni.

“Jadwal paripurna 13 Juni kemarin kami hadir kok, untuk mengikuti rapat paripurna. Hanya saja langsung dibatalakan alasanya karena tidak ada tanda tangan pimpinan di undangan. Jadi kami berharap kepada unsur pimpinan dalam hal ini Ketua DPRD Bombana jangan buat lembaga ini sesuka hati dong,” ungkapnya.

Pernyataan yang sama dikatakan anggota dewan lainnya, Sudirman SPdi. Dia mengaku tidak pernah menerima telepon dari siapapun bahwa ada agenda rapat di tanggal 20 Juni kemarin.

“Jadi paripurna yang dilakukan tanggal 20 kemarin itu tidak sesuai mekanisme, karena setelah dibatalkanya agenda di tanggal 13 Juni kemarin tidak ada penjadwalan kembali di Bamus, bahwa tanggal sekian akan ada paripurna,” tuturnya.

Sementara, Anwar SH anggota dewan lainnya yang juga mangkir dari paripurna tersebut mengatakan, kalaupun LKPJ-AMJ bupati tersebut akan diparipurnakan, maka pimpinan dewan harus melaksanakan agenda ini secara terbuka.

“Agenda sidang ini sangat penting, baiknya paripurna ini dihadiri oleh Bupati dan masyarakat. Disini, masyarakat bisa curhat apa-apa yang telah diterima masyarakat selama lima tahun terakhir dan mereka bisa mengeluhkan apa yang dikeluhkan oleh bupati secara langsung sehingga bupati bisa tau seperti ini keluhan masyarakat dan keadaan masyarakat,” kata Anwar (cr2/c/jie)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top