Pemprov Sultra Berutang di 81 Ruko Kota Lama – Berita Kota Kendari
Aktualita

Pemprov Sultra Berutang di 81 Ruko Kota Lama

Salah satu bangunan di Kota Lama yang sekarang telah diratakan. Bangunan ini usianya hampir sama dengan Kota Kendari. (int)

Salah satu bangunan di Kota Lama yang sekarang telah diratakan. Bangunan ini usianya hampir sama dengan Kota Kendari. (int)

KENDARI, BKK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakui masih punya utang terhadap 81 rumah toko yang ada di Kota Lama atau sekitaran pembangunan Jembatan Teluk Kendari.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sultra La Ode Ali Akbar mengatakan, masih ada 76 ruko yang belum dibayarkan tunai oleh Pemprov Sultra dengan nilai Rp 19 miliar melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2016.

“Kita masih ada 76 enam ruko. Kita sudah siapkan anggarannya dalam APBDP 2016 ini,” papar La Ode Ali Akbar, Senin (20/6).

Sisanya, lanjut Ali, ada empat ruko lagi yang juga belum terbayar dengan senilai Rp 4,5 miliar. Namun, empat ruko ini penanganannya akan diambil alih oleh kontraktor pembangunan Jembatan Teul Kendari.

“Empat ruko ini, akan ditanggulangi sementara oleh pusat. Kita tidak punya lagi anggaran,” sebutnya, Senin (20/6).

Empat ruko yang akan dibayarkan oleh pusat itu adalah Toko Seni, Toko Sinar, Toko Nestro dan Toko Sinar Jaya.

Selama menjabat Kepala Biro Pemerintahan, lanjut dia, sudah ada 30 ruko yang telah diselesaikan di Kota Lama. Sisanya, masih ada 76 ruko yang harus dibayarkan tahun ini. Khusus di Lapulu, sebut dia, ada 20 ruko yang sudah tuntas terbayarkan.

“Tahun ini, kita pastikan selesai semua proses ganti rugi. Selanjutnya, bangunan-bangunan itu tinggal dibongkar,” ujarnya.

Dengan demikian, secara keseluruhan, total ruko di kota tua yang akan dibongkar akibat pembangunan Jembatan Bahteramas sebanyak 126 ruko.

Pengosongan lahan di sekitar Jembatan Bahteramas ini, sempat diprotes oleh para pemilik ruko. Sebab, temapat tinggal mereka, usianya hampir sama dengan Kota Kendari. Dulunya, jejeran ruko di Kota Lama masuk kategori bangunan tua peninggalan sejarah.

Namun, karena hadirnya megaproyek jembatan senilai Rp 729 miliar, maka bangunan tersebut terpaksa harus dihilangkan. (pas)

Click to comment
To Top