Jaksa Periksa Kepala DPKAD – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Periksa Kepala DPKAD

Ilustrasi

Ilustrasi

RAHA, BKK – Kegiatan studi banding yang dilakukan 124 kepala desa pada 2015 terus digenjot Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha. Senin (20/6), Kejari meminta keterangan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Muna, Ratna Ningsih.

Ratna memastikan dirinya tidak terlibat dalam penggunaan anggaran studi banding tersebut. Pasalnya, anggarannya berasal dari dana desa masing-masing.

“Masalah dana desa tidak ada hubungannya dengan DPPKAD. Desa itukan punya otonomi mengelola dananya sendiri. DPPKAD itu cuma menerima laporannya saja. Tapi karena kita dipanggil Kejaksaaan, ya, saya harus datang,” kata Ratna di ruang kerja Kasi Intel Kejari Raha.

Sejak pekan lalu, Kejaksaan Negari Raha sudah memeriksa belasan kepala desa dan camat terkait penggunaan dana desa untuk studi banding. Seperti diketahui, pada 2015 lalu, 124 kades mengikuti studi banding dengan menggunakan dana desa masing-masing sebesar Rp 10 juta. Jika ditotal, anggaran studi banding ini cukup besar, Rp 1.240 miliar.

Kasi Intel Kejari Raha La Ode Sofian mengatakan penggunaan dana desa untuk studi banding itu masih dalam tahap penyelidikan. Belum bisa disimpulkan seperti apa pelanggaran hukumnya.

“Kasus ini masih penyelidikan. Kita masih memanggil sejumlah kades dan pihak terkait untuk dimintai keterangan,” katanya.

Selain Kadis DPPKAD, pihak Kejari Raha juga telah menjadwalkan pemeriksaan kepada Kepala BPMD Muna, La Palaka dan Kabid Pemerintahan Desa, Nazaruddin. (cr1/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top