Kasuistika

Hari Ini, Polres Konawe Gelar Perkara di Polda

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Konawe hari ini akan melakukan gelar perkara di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengenai kasus dugaan ijazah palsu milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara (Konut) Jefry Prananda SH MSi.
Kapolres Konawe Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi SIK mengatakan, gelar perkara dilakukan setelah penyidik melakukan pengecekan nomor seri ijazah dan memeriksa saksi ahli ke Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi yang berkedudukan di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Kita sudah bersurat ke polda mengenai permohonan gelar, dan jadwal gelarnya akan kita lakukan pada Rabu (22/6). Sebelumnya kita juga sudah gelar di Polres Konawe atas apa yang kami dapatkan di kopertis,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundak ini saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (20/6).
Dari hasil keterangan yang didapat dari pihak kopertis, beber Jemi, bahwa nomor seri ijazah bukan kewenangan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi Republik Indonesi (Dikti-RI), namun sepenuhnya kewenangan dari pihak kampus.
“Hasilnya, bahwa nomor seri ijazah bukan kewenangan dikti, tapi kewenangan kampus,” jelasnya.
Jemi menambahkan, gelar perkara tersebut dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya apakah kasus tersebut akan dilanjutkan atau akan langsung dikeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3).
Kendati demikian, perwira polisi dengan dua melati di pundak ini belum bisa menyebutkan secara pasti apakah ijazah Jefry benar-benar asli. Pasalnya, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara mengenai hal tersebut.
Sementara, Ketua DPRD Konut Jefry Prananda mengatakan, dirinya tetap meyakini ijazah yang dimilikinya tersebut adalah asli. Karena, dirinya memperolehnya dari kuliah di Universitas Satria Makassar.
Kendati demikian, dirinya tetpa menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
“Semuanya saya serahkan pada penegak hukum. Saya sebagai warga negara, tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon selulernya. (kas)

To Top