Tina Nur Alam Nilai Tepat Presiden Jokowi Pilih Tito Kanarvian – Berita Kota Kendari
Aktualita

Tina Nur Alam Nilai Tepat Presiden Jokowi Pilih Tito Kanarvian

Hj Tina Nur Alam

Hj Tina Nur Alam

KENDARI, BKK – Anggota DPR dari Sultra, Hj Tina Nur Alam SE MM yang saat ini duduk di Komisi III (Bidanh Hukum dan HAM) menyatakan pemilihan Komjen Tito Kanarvian sebagai calon tunggal Kapolri adalah pilihan tepat yang dilakukan Presiden Jokowi. Alasan Tina, berdasarkan data track record Tito Kanarvian adalah salah satu perwira tinggi yang memiliki prestasi yang cemerlang.
Tina menyebutkan, saat Tito Kanarvian menjabat Komandan Densus 88 berhasil menangkap Nurdin M Top, lalu dia pernah Kapolda di Papua, hingga di Metro Jaya, dan sekarang menjabat kepala BNPT, selalu menunjukan prestasi yang baik.
“Saya lihat walaupun dia masih junior yakni lahir Oktober 1964, tapi karena prestasinya itu sehingga Pak Jokowi sesuai konstitusi yang menjadi hak prerogatifnya sehingga hanya mengirim satu nama ke Komisi III yakni Komjen Tito Kanarvian calon tunggal Kapolri,” kata  Tina Nur Alam ditemui usai acara bukan puasa bersama di Rujab Gubernur, Senin (20/6) malam..
Menurut dia pemilihan calon Kapolri tunggal tidak ada masalah, sehingga tinggal menunggu jadwal fit and propertest-nya di Komisi III. Mengenai adanya beberpa calon lain yang lebih senior, kata Tina, itu kan di intern mereka. Karena memang menjadi kewenangan  prerogatif presiden sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar di pasal 10 bahwa presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.
Selanjutnya proses pergantian Kapolri juga diatur di Pasal 11 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisisan Negara Republik Indonesia.
Tina Nur Alam yang juga Istri Gubernur Sultra menamahkan, sesuai dengan Undang-undang tentang kepolisian tersebut diatur bahwa sebelum presiden  menetapkan Kapolri maka terlebih dahulu Komisi III DPR akan melakukan fit and propertes terhadap calon Kapolri.
“Kita akan mendengarkan visi dan misi beliau nanti, dan juga anggota dewan banyak akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kasus-kasus yang terjadi di Indonesia ini seperti penanggulangan teroris, ketertiban umum dan lainnya,” ujarnya.
Soal hubungan dengan para snior di internal kepolisian, dia berharap nanti dengan terpilihnya beliau sebagai Kapolri dapat melibatkan semua jajaran kepolisian baik yang senior maupun junior sehingga kedepan Polri lebih baik lagi. “Penanggulangan teroris, kejahatan, dan ketertiban bisa diminimalisir lagi,” tambahnya.
Dia berharap agar Kapolri baru nanti bisa memberikan perhatin yang lebih besar terhadap pengembangan institusi kepolisian yang ada di Sultra dan Indonesia Timur.
Perhatian yang dimaksud Tina Nur Alam diantaranya dalam hal rekruitmen taruna akademi kepolisian (Akpol), peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, serta peningkatan kapasitas anggota agar lebih proesional dalam menjalankan tugas.
Tina berharap jika Pak Tito Kanarvia menjadi Kapolri bisa memberikan perhatian yang lebih besar kepada daerah kita dan kawasan timur Indonesia, misalnya dalam penerimaan taruna akademi kepolisian agar ditambah porsinya jangan hanya didominasi Jawa saja.
“Selama ini dari Sultra yang lulus setiap tahun paling banyak lim orang, selalu didominasi dari Jawa. Janganlah ada diskriminasi, karena semua itu adalah putra-putra terbaik Indonesia, dan saya yakin putra-putra dari Sultra dan Indonesia Timur juga cerdas-cerdas tidak kalah dengan dari Jawa,” katanya.
Tina juga berharap Kapolri baru bisa meningkatkan fasilitas baik sarana prasarana perkantoran maupun fasilitas pengamanan. Karena saat ini di Sultra ini kabupaten-kabupaten baru yang belum memiliki Polres.
“Juga yang terpenting adalah peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatnya, jangan seperti saat ini yang banyak terjadi nanti sudah terjadi baru datang melakukan pengamanan. Lebih sigap dan lebih cepat jika terjadi peristiwa ancamn stabilitas.  Alhamdulilah di Sultra kan tidak seperti di Poso,” kata Tina yang baru sekitar sebulan bertugas di Komisi III.
Tina Nur Alam anggota DPRRI asal Sultra melalui PAN sebelumnya telah bertugas di Komisi VI (Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan) sejak dilantik pada Oktober 2014 lalu.(lex)

To Top