Nur Alam Minta Dokter Pilihanku Legawa – Berita Kota Kendari
Suksesi

Nur Alam Minta Dokter Pilihanku Legawa

KENDARI, BKK– Pemungutan suara ulang (PSU) jilid dua berakhir dengan kemenangan Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita). Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam pun berharap Baharuddin – La Pili (Dokter Pilihanku) untuk legawa atas hasil tersebut.

Nur Alam menyatakan, apapun hasil dari PSU Jilid II adalah realitas politik yang harus diterima oleh semua pihak. Bagi yang kalah, harus legawa atas hasil tersebut.
“Kita harapkan, kompetitor untuk berjiwa besar dan sabar menerimanya, sembari menunggu keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai mekanisme dan tahapannya,” terang Nur Alam yang ditemui dalam acara buka puasa di Kendari, Senin (20/6).
Menurut dia, Pilkada Muna ini sudah cukup menguras energi banyak pihak. Untuk itu, setelah ini berakhir, diharapkan semua pihak kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing.
Kalau sengketa politik ini ternyata masih berlanjut, dia mengingatkan dampak buruknya akan lebih banyak. Selain tidak akan mendapatkan pemimpin yang legitimate, pemerintah setempat juga harus terkuras anggaran dan perhatiannya hanya untuk masalah tersebut.
“Kewajiban kita sekarang, mengajak semua pihak pemerintah pusat untuk mengambil langkah bijak agar Muna tidak berlarut-larut menyelenggarakan pemilu,” tuturnya.
Nur Alam menjelaskan, esensi dari pesta demokrasi itu adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan memilih pemimpin yang ideal. “Proses pemilihan sudah berlangsung dan hasilnya sudah ada,” jelasnya.
Tetapi kalau masih ada ruang untuk mengajukan proses hukum, Nur Alam tidak akan melarangnya. Menurutnya, pihak-pihak yang berkepentingan punya hak untuk mengajukan proses hukum selanjutnya.
” Namun akan dilihat lagi apakah itu masih dimungkinkan atau tidak. Tapi, kita (Pemprov Sultra) tidak punya hak untuk masuk di ruang itu,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Sultra Hugua menegaskan tidak perlu ada lagi PSU jilid tiga. Menurutnya, hasil PSU jilid dua sudah menunjukan siapa yang pantas menjadi kepala daerah.
“Masa sih PSU jilid tiga lagi. Itu sudah fakta hukum dan hasil pemilihan. Rumah Kita (LM Rusman Emba-Malik Ditu) sudah menang dengan 33 suara,” tekannya.
Jauh sebelumnya, kata Hugua, Paslon yang diusungnya tersebut sudah diprediksi menang. “Ini sudah diselenggarakan dengan baik oleh semua lembaga baik KPU maupun Bawaslu. Saya kira, seluruh penyelenggara ada di sana,” katanya.
Untuk itu, tekan dia, tidak perlu ada lagi PSU jilid tiga yang dikhawatirkan akan menambah suasana tegang di Kabupaten Muna. “Saya berdoa, tidak ada lagi PSU ulang. Karena, semua itu sudah dilaksanakan sesuai aturan,” tuturnya.
Di Muna, tim pemenangan pasangan Rumah Kita akan melaporkan komisioner KPU Muna, Rahkmat Andang Jaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Rakhmat dianggap sebagai pemicu terjadinya kericuhan di TPS 4 Wamponiki saat pemungutan suara.
Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita, La Ode Rifai Pedansa mengaku berada di lokasi saat kericuhan terjadi. Menurutnya, saat itu Rakhmat dianggap menghalang-halangi pendukung Rumah Kita untuk menyalurkan hak pilihnya. Padahal mereka sudah masuk DPT, baik saat Pilkada 9 Desember maupun PSU Jilid Pertama. Hal itulah yang memicu kericuhan.
“Tidak boleh meghalang-halangi pemilih yang mempunyai identitas dan telah terdaftar dalam DPT. Hal ini telah disampaikan KPU RI secara jelas. Tapi kenapa KPU Muna langar aturannya sendiri,” kata Rifai Pendansa saat konferensi pers di Posko Pemenangan, Minggu (19/6) malam.
Selain itu, Tanda Primadona dari Bantuan Hukum DPP PDIP  memastikan akan mengawal proses selanjutnya di MK. Tanda telah menyiapkan beberapa catatan penting, diantaranya adanya ratusan pemilih yang tidak diberikan C6 hingga mereka yang harus mendatangi KPU Muna. Demikian juga saat pemilihan berlangsung di TPS 4 Wamponiki, sejumlah pemilih dihalang-halangi oknum komisioner KPU Muna untuk menyalurkan hak pilihnya. (pas-car1/b/aha)

To Top