Susut 60 Suara, Rumah Kita Menang – Berita Kota Kendari
Suksesi

Susut 60 Suara, Rumah Kita Menang

Proses perhitungan suara dalam PSU yang berlangsung di TPS IV Wamponiki

Proses perhitungan suara dalam PSU yang berlangsung di TPS IV Wamponiki

KENDARI, BKK – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Muna Rusman Emba-Malik Ditu akhirnya menjadi pemenang pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Muna, Minggu (19/06).

Dalam PSU II yang diselenggarakan pada dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni, TPS 4 Kelurahan Wamponiki dan TPS 4 Kelurahan Raha 1 Kecamatan Katobu, pasangan dengan jargon Rumah Kita unggul 20 suara atas rivalnya pasangan dr Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku).

Paslon Rumah Kita memperoleh 375 suara dan Dokter Pilihanku harus puas dengan 355 suara. Rumah Kita unggul di TPS 4 Wamponiki dengan polehan suara 171, sedangkan Baharuddin- La Pili memperoleh 148 suara. Sementara, di TPS 4 Raha 1, Rumah Kita memperoleh 204 suara, sedangkan Baharuddin-La Pili meraih 207 suara.

Dengan demikian, selisih 20 suara pada PSU jilid II kali ini jika ditambah dengan sisa saldo 13 suara pada 319 TPS maka secara keseluruhan Rumah Kita unggul 33 suara dari total keseluruhan 321 TPS.

Perolehan suara Rumah Kita di dua TPS pada PSU jilid II ini menyusut 60 suara jika dibanding hasil PSU jilid I 22 Maret 2016 lalu, dimana Rumah Kita menang 80 suara di dua TPS tersebut, yakni, unggul 30 suara di TPS 4 Wamponiki (194-164) dan menang 50 suara di TPS 4 Raha 1 (243-193).

Kemenangan ini disambut antusiasme ribuan pendukung paslon Rumah Kita yang sejak pagi tak sabar menanti hasil PSU ini. Dibawah guyuran hujan, mereka mengarak pasangan jagoan mereka keliling Kota Raha. Isak tangis ribuan pendukung menyelimuti euforia kemenangan ini, mereka memadati jalan raya di Kota Raha dan di rumah La Ode Rifai Pedansa, serta rumah pribadi LM Rusman Emba. Posko Rumah Kita terlihat sudah dijaga beberapa personil Kodim 1416 Muna.

Pada sejumlah media cetak dan elektronik, LM Rusman Emba ST mengatakan, kemenangan ini merupakan kehendak Allah SWT dan kemenangan masyarakat Muna, karena itu ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muna yang mendukung dan memenangkan paslon Rumah Kita dalam Pilkada Muna.

Menurut mantan Ketua DPRD Sultra ini, perjalanan Pilkada Muna cukup menguras konsentrasi masyarakat Muna, apalagi terjadi bentrok fisik antar-pendukung.

“Alhamdulillah dalam PSU jilid II ini kita menang 20 suara. Tapi kita masih punya saldo 13 suara dalam PSU jilid I. Jadi secara keseluruhan kita menang 33 suara. Soal apakah paslon nomor 3 akan menggugat lagi ke MK, itu sah-sah saja. Tapi namanya Pilkada, pasti ada pemenangnya. Apalagi dalam PSU ini ada KPU RI, Bawaslu RI yang turun langsung memantau jalannya PSU jilid II yang berjalan demokratis, aman, damai dan lancar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Rusman juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah menyelesaikan persoalan wajib pilih yangbelum diberikan kartu C6 hingga hari Ha pemilihan.

“Berkat bantuan KPU RI, Bawaslu RI, KPU Provinsi Sultra, Bawaslu Provinsi Sultra, masalah ini C6 ini akhirnya terselesaikan. Khusus pada TNI / Polri, kami berterimaksih sudah mengawal pelaksaan PSU ini hingga berjalan damai, aman, lancar dan demokratis,” pungkas Rusman, di kediamannya.

Rasa haru menyelimuti suasana kediaman Rusman Emba, Jalan Lumbalumba, Laiono, Raha, setelah mendengar menang dalam PSU ini. Istri Rusman Emba, Yanti Setiawati bersama ibu-ibu yang selama enam bulan terakhir zikir bersama, melakukan sujud sukur.

Sementara itu, secara terpisah, anggota KPU RI yang turut memantau langsung jalannya PSU jilid II ini, Hadar Nafis Gumay, mengatakan, PSU jilid II di Muna sudah berjalan sesuai aturan.

“Kami datang memantau PSU di Muna ini. Apalagi ini PSU kedua kalinya. Harapan kami tidak ada lagi PSU jilid III. Terkait masalah distribusi C6 yang dilakukan KPU Muna, itu sudah sesuai aturan. Cuma memang ada ratusan yang belum terdistribusikan hingga Sabtu (18/6). Namun yang berhak memilih mereka mendatangi KPU Muna. Sepanjang mereka terdaftar dalam DPT, DPTB 2 dan berhak, mereka harus diberikan C6 dan harus memilih dalam PSU jilid II ini,” katanya.

Dia juga mengatakan, terkait adanya 17 nama pemilih yang termuat dalam amar putusan MK atas rekomendasi 2 lurah, namun dalam PSU jilid II ternyata mereka berhak memlih karena memang berhak, hal ini akan mereka sampaikan ke MK.

“Semuanya akan kita jelaskan ke MK hal ini. Memang saat putusan di MK, kami juga tidak tahu kalau ada surat 2 lurah itu. Karena nongol di akhir putusan MK. Lagi pula masalah ini tidak pernah diperadilankan di MK, hingga kami tidak bisa menjelaskan masalah ini di MK waktu itu,” katanya lagi.

Sempat Ricuh

Proses PSU di TPS 4 Wamponiki sempat berlangsung ricuh, itu dipicu oleh protes warga yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya karena dibatalkan oleh satu anggota KPU Muna, Rakhmat Andang Jaya.

Rakhmat Andang Jaya bersama Darma alias La Duwek terlihat proaktif sejak jam 8.00 menyeleksi pemilih yang akan memberikan hak suaranya di TPS tersebut.

Namun, tugas yang dilakukan komisioner KPU Muna mengundang reaksi tim dan simpatisan paslon Rumah Kita yang dipimpin La Ode Rifai Pendansa.

“Yang berhak memeriksa dan menerima KTP dan C6 pemilih adalah KPPS, bukan anggota KPU Muna.  Itu namanya mengambil alih tugas KPPS,” kata La Ode Rifai Pedansa di hadapan Dandim 1416 Muna Letkol Arh Hendra dan Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta SIK.

Ratusan pendudung Rumah Kita yang merasa dirugikan memaksa agar komisioner KPU Muna tersebut dikeluarkan dari TPS. Demikian juga dengan La Duwek yang berstatus orang luar dan bukan penyelenggara di TPS tersebut. Massa berteriak meminta Rahkmat Andang Jaya bersama La Duwek, dikeluarkan.

Aksi salingdorong antara massa dan petugas tak bisa dielakkan. Beruntung, Dandim 1416 Muna dan Kapolres Muna segara menanangkan massa. “Tenang, tenang, kami akan keluarkan Rahkmat Andang Jaya, asal jangan diganggu ya. Kalau sepakat, tolong kasih jalan,” kata Dandim.

Peryataan Dandim 1416 Muna ini disambut baik ratusan masa pendukung Rumah Kita. Selang 5 menit kemuian tepatnya pukul 10.20 Wita, akhirnya Rakhmat Andang Jaya dibawa keluar oleh Dandim 1416 Muna dan Kapolres Muna menuju keluar TPS dengan dijaga ketat ratusan petugas keamanan dari Polres Muna dan aparat Kodim 1416 Muna.

Andang dibawa masuk ke dalam mobil miliknya bernopol DT 124 AJ. Teriakkan kesal masa Rumah Kita ditujukan pada komisioner KPU Muna yang langsung masuk kedalam mobil jenis Avanza warna hitam dan langsung meninggalkan gedung SOR La Ode Pandu. (cr1/a/jie)

Hasil PSU Jilid II

TPS 4 Wamponiki

Rumah Kita            171
Dokter Pilihanku        148

TPS 4 Raha 1

Rumah Kita            204
Dokter Pilihanku        207

Hasil PSU Jilid I

TPS 4 Wamponiki

Rumah Kita         194
Dokter Pilihanku         164

TPS 4 Raha

Rumah Kita         243
Dokter Pilihanku         193

Click to comment
To Top