Lingkar Sultra

Hujan, Omzet Pedagang Takjil di Butur Anjlok

BURANGA, BKK- Hujan berkepanjangan beberapa hari terakhir ini menyebankan pendapatan para penjual musiman menu pabuka puasa di daerah sekitaran eks Pasar Kulisusu Kabupaten Buton Utara (Butur), turun drastis.

Sebelum puncak penghujan tiba, eks Pasar Kalisusu tiap sore ramai didatangi oleh warga yang ingin berbelanja kebutuhan berbuka puasa. Namun keramaian tersebut tak lagi terlihat. Terutama lapak-lapak penjual minuman dingin, seperti es buah, es kelapa, pisang ijo dan es cincau, terlihat kosong ditinggalkan pedagang.

Ma Arin (36), salah satu pedagang es buah yang masih bertahan mengaku omzetnya menurun drastis sejak hujan turun. Warga Lipu ini biasanya menyiapkan hampir 100 gelas es buah dengan harga Rp 5000 per gelasnya. Di awal puasa, yang laku terjual biasanya antara 60 sampai 70 gelas.

“Sekarang yang laku tidak lebih 30. Terkadang hanya 20 gelas,” keluhnya, Minggu (19/6) sore.

Pedagang pisang ijo juga mengalami nasib serupa. Murni, pedagang pisang ijo sebelumnya bisa mendapatkan omzet sampai Rp 100 ribu per hari. Tapi belakangan ini hanya bisa laku Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

Meski demikian, Murni mengaku bubur kacang ijo yang dijualnya Rp 5000 per porsi tetap laku. Warga masih mencarinya meskipun dalam kondisi hujan. “Kalau kacang ijo tetap laku seperti biasa, tadi saja habis 50 gelas,” imbuh Murni.

Sementara itu, salah seorang pembeli Yanti saat ditemui di pasar sore Kulisusu mengungkapkan di musim hujan ini lebih memilih panganan yang hangat, seperti kacang ijo dan gorengan. kalau dalam kondisi hujan, maka dirinya lebih memilih menu pabuka cocok kacang ijo atau tidak gorengan.”Saya lebih memilih kacang ijo, biasanya juga saya hanya beli gorengan. Masalahnya kalau kita beli es buah atau pisang ijo tidak cocok, karena kondisi dingin mau makan lagi yang dingin-dingin,” ungkapnya.(k5)

To Top