Hentikan Perbedaan dan Konflik – Berita Kota Kendari
Suksesi

Hentikan Perbedaan dan Konflik

Ridwan Bae

Ridwan Bae

Dexsi Ramadhan Djafar Shiddiq Tokulo

Dexsi Ramadhan Djafar Shiddiq Tokulo

Bupati Terpilih Adalah Kemenangan Masyarakat Muna

KENDARI, BKK – Mantan Bupati Muna yang juga anggota DPR RI, Ridwan Bae, mengajak para elite politik dan masyarakat Muna agar mengakhiri perbedan dan konflik setelah adanya hasil pemungutan suara ulang (PSU) jilid II.

“Perbedaan dan riak-riak politik akhir-akhir ini bahkan mengarah kepada perbedaan dan bentrokan fisik, harus segera diakhiri. Bupati hanya satu yang akan dilantik,” kata Ridwan melalui telepon selulernya, Minggu (19/6).

Ridwan mengatakan, masyarakat Muna khususnya di dua TPS yang menggelar PSU sudah memenyelesaikan hak dan kewajibannya, dan hasilnya ternyata dimenangkan nomor 1 Rumah Kita.

“Ini adalah realitas politik yang terjadi. Dan ini jika kita memahami demokrasi maka inilah kemenangan masyarakat Muna. Sekarang kita serahkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sambil menunggu keputusan akhirnya,” kata Ridwan.

Dalam menunggu putusan MK ini, kata Ridwan, para elite benar-benar menjaga ketertiiban dan kondisi agar tetap kondusif, apalagi dalam suasana Ramadan, karena konflik yang berkepanjangan justru akan merugikan masyarakat Muna sendiri.

Ridwan mengapresasi penyelenggara PSU, KPU dan Bawaslu bersama seluruh jajarannya yang telah bekerja keras menyelenggarakan PSU. “Lanjutkan dengan profesional, jangan lagi hanya dengan laporan seorang lurah yang mungkin direkayasa bisa membatalkan kerja keras  KPU,” katanya.

Ridwan juga berterima kasih kepada jajaran kepolisian dan TNI yang telah bekerja keras mengawal pelaksanaan PSU dengan tenang dan tertib, walaupun sempat diwarnai riak-riak.
Senada dengan Ridwan, tokoh masyarakat Sultra di Jakarta, Muh Djafar Sidiq Dexsi Tokulo mengatakan, siapapun sebenarnya yang menjadi pemenang dalam PSU di jilid dua, maka pemenangnya tetap masyarakat Muna.

“Kebetulan yang dimenangkan dalam PSU II ini adalah paslon nomor 1, tapi sejatinya pemenangnya tetap masyarakat. Mudah-mudahan dengan hasil ini tidak terjadi lagi PSU jilid III,” kata Dexsi melalui telepon selulernya dari Jakarta, Minggu (19/6).

Dexsi menegaskan, konflik yang terjadi selama ini sebagai dampak dari proses politik telah merugikan Muna dan masyarakatnya, karena melahirkan konflik sosial dan secara tidak langsung menghambat pembangunan.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi PSU berikutnya, agar kita bisa punya bupati defenitif, sehingga segera menggerakan pembangunan supaya kita bisa mengejar ketertinggalan dari dari daerah lain,” katanya.
Dia kembali mengingatkan agar para elit untuk tetap menjaga kondusifitas selama menunggu keputusan akhir di MK. (lex)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top