Asrun Tanggapi Dingin Mundurnya Nur Alam – Berita Kota Kendari
Suksesi

Asrun Tanggapi Dingin Mundurnya Nur Alam

Nur Alam-Asrun.jpg (3)

KENDARI, BKK – Mundurnya Nur Alam dari kepengurusan Partai Amanat Nasional (PAN) ditanggapi beragam oleh beberapa kader. Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) Sukarman mengaku, kader akan mati tanpa Nur Alam.

Namun anggapan sebaliknya justru datang dari Ketua DPD PAN Kota Kendari Asrun. Rival Nur Alam saat perebutan kursi PAN Sultra beberapa waktu lali ini menanggapi dingin langkah Gubernur Sultra itu.

Menurut Asrun, Nur Alam memiliki hak politik untuk memutuskan bertahan atau keluar dari PAN.

“Menurut saya hidup ini pilihan. Saya belum tahu apakah itu sekedar pernyataan. Tapi, itu sih pilihan beliau,” terang Asrun, Sabtu (18/6).

Asrun mengaku, mundurnya Nur Alam bisa saja menganggap dirinya sudah tidak punya kepentingan lagi di PAN.

“Jadi benar kalau pernyataannya mau jadi rakyat biasa. Kita tidak mungkin larang juga karena itu hak politik orang,” ujarnya.

Sebagai kader, kata Asrun, tidak boleh menganggap PAN akan mati tanpa Nur Alam. Sebab, partai berlambang matahari terbit ini punya stok kader yang banyak untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi Nur Alam.

“Terhadap PAN, tidak boleh kita ragu. Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa, membangun organisasi itu jangan terlalu fokus pada satu figur tertentu. Karena, itu bisa berisiko,” papar Wali Kota Kendari ini.

Partai, kata dia, harus ada regenerasi dan tidak boleh terfokus pada satu figur.

“Saya kira, beliau mundur tidak apa-apa. Itu pilihan beliau. Kita mau paksakan kan tidak mungkin,” ungkapnya.

Namun, lanjut Asrun, sebagai kader tetap mengharapkan peran-peran Nur Alam untuk ikut membesarkan partai ini ke depan, siapa pun penggantinya sekarang.

“Tentu, harapan kita kalau bisa beliau masih berperan sebagai orang tua di partai dan kita berterima kasih karena dia yang membesarkan PAN selama ini. Bagus juga dia lihat-lihat PAN bisa besar pascadia,” katanya.

Ia berharap, untuk mengimbangi atau melebihi prestasi Nur Alam sebelumnya, kader harus tetap solid dan yakin bahwa partai ini akan besar ke depan.

“Kalau teman-teman solid, yang terpenting adalah regenerasi dan kaderisasi untuk kebesaran PAN ke depan,” tuturnya. (pas/jie)

To Top