11 Ranjau di Teluk Kendari Telah Diledakkan – Berita Kota Kendari
Aktualita

11 Ranjau di Teluk Kendari Telah Diledakkan

Ledakan dari bawah laut menandai beberapa ranjau telah diledakan di Teluk Kendari.

Ledakan dari bawah laut menandai beberapa ranjau telah diledakan di Teluk Kendari.

KENDARI, BKK – Dari 16 ranjau yang telah dideteksi tim TNI Angkatan Laut (AL), sudah 11 ranjau yang telah diledakkan.

Di hari pertama, Sabtu (18/6), ada enam ranjau yang diledakkan oleh tim AL. Enam ranjau ini, tepat berada di pilon atau tiang pertama Jembatan Teluk Kendari. Di hari kedua, Minggu (19/6), tim kembali meledakkan sebanyak lima ranjau.

Lima ranjau ini, terletak di antara tiang tengah jembatan. Peledakan ranjau di hari kedua ini, disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam dan Komandan Pangkalan Laut (Lanal) Kendari Kolonel Laut (P) Aris Harijadi serta beberapa kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD).

Di hari kedua, Nur Alam memimpin langsung proses peledakan dengan menaiki KRI Pulau Rapat sekitar pukul 10.30 Wita. Saat peledakan di hari kedua, jarak KRI dari titik ledak ranjau sekitar 400 meter.

Lokasinya, dipastikan steril dari aktivitas pelayaran, baik kapal nelayan maupun kapal penumpang.

Usai memantau peledakan ranjau, Gubernur Sultra Nur Alam menjelaskan, pembersihan ranjau Teluk Kendari sudah dilakukan selama dua hari berturut-turut. Sejauh ini, kata dia, tim telah meledakan setidaknya 11 ranjau dari 16 ranjau yang terdeteksi.

“Nah, tinggal satu hari lagi, besok 20 Juni. Masih ada sekitar 5 ranjau yang akan diledakan lagi,” ungkapnya.

Selama ini, kata Nur Alam, ranjau tersebut menjadi hambatan pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Untuk itu, peledakan yang dilakukan oleh tim TNI AL, membuat dirinya lega dan secepatnya pembangunan dilaksanakan.

“Proses peledakan ini, telah menjadi perhatian masyarakat selama dua hari ini,” katanya.

Menurutnya, proses peledakan ranjau ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan senilai Rp 729 miliar itu.

“Ini menjadi jawaban masyarakat yang selama ini ragu dengan adanya pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Kota Lama dengan Kelurahan Lapulu,” jelasnya.

Jika seluruh ranjau telah diledakan, Nur Alam menekankan kepada kontraktor untuk tidak beralasan lagi mengulur-ulur proses pembangunan jembatan. Sebab, hambatan yang dikeluhkan selama ini telah diselesaikan.

“Setelah ini, sudah bisa mulai pemancangan dan persiapan kegiatan infrastruktur lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) Aris Harijadi mengaku, peledakan dijadwalkan tiga hari yakni mulai 18 sampai 20 Juni 2016. Sejauh ini, sebut dia, ada 16 titik kontak yang dicurigai ranjau laut.

Di hari pertama, sebut Aris, ada enam ranjau yang diledakan dengan tiga kali ledakan di lokasi yang berbeda.

“Kali ini, kita ledakan lagi lima. Jadi keseluruhan sudah sekitar 11 ranjau. Selanjutnya, 20 Juni akan dilanjutkan kembali sebagai tahap penyelesaian. Setelah itu, tim Damsad perlawanan ranjau akan melakukan deteksi kembali, untuk memastikan apakah kegiatan yang dilakukan berjalan dengan baik atau masih ada yang tersisa,” ungkapnya.

Dalam operasi ini, TNI AL menurunkan 90 personel yang terdiri dari Satuan Ranjau, Pasukan Katak, Pasukan Khusus, Penyelam, Labinsen, Arsenal, Brigros dan beberapa tenaga medis. Pasukan dipimpin langsung Wakil Komandan Satuan Tugas Operasi Penyapuan Ranjau Teluk Kendari, Letnan Kolonel Laut (P) Maman Surachman. (p4-pas/b/jie)

To Top